Sajian Utama - Gelar Bunda Maria
 

Santa Maria, Santa Bunda Allah, Santa Perawan Termulia, Santa Perawan Wahyu, Bunda Kristus, Bunda Gereja, Bunda Rahmat Ilahi, Bunda yang Tersuci, Bunda yang Termurni, Bunda yang Tetap Perawan, Bunda yang Tak Bercela, Bunda yang Patut Dicintai, Bunda yang Patut Dikagumi, Bunda Penasihat yang Baik, Bunda Pencipta, Bunda Penebus, Bunda Segala Bangsa, Bunda Dukacita, Bunda Pengharapan Suci, Bunda Penolong Abadi, Bunda Segala Kemenangan, Perawan yang Amat Bijaksana, Perawan yang Harus Dihormati, Perawan yang Harus Dipuji, Perawan yang Berkuasa, Perawan yang Murah Hati, Perawan yang Setia, Cermin Kekudusan, Takhta Kebijaksanaan, Pohon Sukacita Kami, Bejana Rohani, Bejana yang Patut Dihormati, Bejana Kebaktian yang Utama, Bunga Mawar yang Gaib, Benteng Daud, Benteng Gading, Rumah Kencana, Tabut Perjanjian, Pintu Surga, Bintang Timur, Keselamatan Orang Sakit, Perlindungan Orang Berdosa, Penghibur Orang Berdukacita, Pertolongan Orang Kristen, Ratu Para Malaikat, Ratu Para Bapa Bangsa, Ratu Para Nabi, Ratu Para Rasul, Ratu Para Saksi Iman, Ratu Para Pengaku Iman, Ratu Para Perawan, Ratu Para Orang Kudus, Ratu yang Dikandung Tanpa Dosa, Ratu yang Diangkat ke Surga, Ratu Rosario yang Amat Suci, Ratu Pencinta Damai, Santa Perawan Maria dari Guadalupe, Maria dari Lourdes, Maria dari Fatima, Maria dari Gunung Karmel, Hati Maria yang Tidak Bernoda, Maria dari Medali Wasiat, Pengantara Segala Rakhmat, Ratu Konggregasi Pasionis, Bunda Penolong Abadi, Madam Medugorje, Putri Allah Bapa, Bunda Allah Putra, Mempelai Allah Roh Kudus, Misionaris Pertama, Tabernakel Pertama, Ratu Samudra Pasifik, Hawa Baru, Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa, Maria yang Dipersembahkan Kepada Allah, Ratu Pertolongan Abadi, Bintang Laut, Bunda Maria dari Luxemburg

Mungkin anda tercengang melihat deretan gelar di atas, tetapi gelar - gelar tersebut hanyalah sebagian dari 117 gelar yang dimiliki oleh Bunda Maria. Gelar - gelar tersebut muncul dengan berbagai latar belakang yang berbeda - beda. Untuk mengetahui latar belakang dari pemberian gelar - gelar tersebut, kami akan membahas beberapa gelar yang mungkin familiar bagi kita.

PERTOLONGAN UMAT KRISTIANI / AUXILUM CHRISTIANORUM

Dalam tahun 1815, seruan Pertolongan Orang Kristen ditambahkan dalam litani Bunda Maria dari Loretto.

Dalam tahun yang sama, don (Giovanni) Bosco lahir di Turin, Italia.

Dalam tahun 1844, Bunda Allah menampakkan diri kepada don Bosco dan minta padanya supaya didirikan sebuah gereja dengan nama Maria, Pertolongan Orang Kristen. Bunda berbicara dengannya secara tepat dan mendetail hingga pada konstruksi bangunannya.

Kutipan dari buku “Dreams, Visions and Prophecies of Don Bosco“ : bagian tentang ‘Impian Tentang dua Tiang Utama’ ini ditulis pada 30 Mei 1862. “beberapa menit yang lalu, saya bermimpi... saya melihat suatu samudra yang amat luas. Seluruhnya air yang ditutupi suatu formasi armada kapal-kapal dalam keadaan siap tempur..semua kapal dilengkapi persenjataan berat dengan meriam, bom pembakar, dan macam-macam persenjataan. Setumpuk buku dihadapkan pada sebuah kapal yang cukup megah lebih agung dari kapal lainnya. Ketika merapat, kapal-kapal itu langsung menghantam, me-nembakkan api dan menyerang habis-habisan. Kapal raksasa yang agung itu dikelilingi sebuah konvoi kapal kecil di tengah - tengah lautan yang tak berujung itu, nampak dua tiang besar yang amat kokoh, dalam jarak yang agak jauh, membumbung tinggi ke langit : yang satu menyangga sebuah patung Perawan Maria yang Tak Bernoda, yang di bawah kakinya terbaca huruf-huruf besar yang jelas : Pertolongan Orang Kristen; yang lainnya jauh lebih kokoh dan tinggi, menyangga sebuah hosti dengan ukuran yang sesuai dan di bawahnya tertulis : Keselamatan Bagi Umat Beriman...”

Begitulah, gelar Maria, Pertolongan Orang Kris-tiani dihubungkan dengan bunda dari semua kemenangan dan kemudian dengan Ratu Rosario yang amat suci, suatu rangkaian 3 gelar yang menghubungkan peristiwa yang sama dan wanita yang sama.

Berikut sedikit penjelasan mengenai makna gambar Maria Pertolongan Umat Kristiani :
Jubah Maria berwarna merah, warna yang dikenakan oleh para perawan pada zaman Kristus. Mantel biru tua yang dikenakan Maria seperti para ibu di Palestina, melambangkan Maria adalah perawan dan ibu. Mahkota yang dipakainya dan tongkat yang dipegang di tangan kanannya melambangkan kuasa yang dipegangnya dan kemenangan-kemenangannya. Keduabelas bintang di atas kepalaNya sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab (Kitab Wahyu).

SANTA PERAWAN MARIA BERDUKACITA / BUNDA DUKACITA / MATER DOLOROSA / dan RATU PARA MARTIR

Tanggal 15 September adalah hari Santa Perawan Maria Berdukacita. Banyak sekali penderitaan yang dialami Maria sepanjang hidupnya bersama Yesus sampai di bawah kaki salib. Oleh karena itu, Gereja menamai Maria Mater Dolo-rosa, Bunda Duka-cita dan Ratu Para Martir. Seluruh penderitaan Maria diringkas Gereja dalam tujuh jenis kedukaan yang diambil dari tujuh perstiwa berikut ini yaitu kedukaan yang dialami Maria sewaktu pengungsian di Mesir, kedukaan sewaktu ia bersama Yusuf mempersembahkan Yesus di Bait Allah dan Simeon meramalkan apa yang akan terjadi pada diri Yesus (Luk 2 : 21-40), kedukaan sewaktu ia bersama Yusuf mencari Yesus yang hilang di Yerusalem sewaktu Yesus berusia 12 tahun (Luk 2 : 41-51), kedukaan sewaktu bertemu dengan Yesus di jalan salib, kedukaan sewaktu Yesus disalib dan wafat, kedukaan sewaktu lambung Yesus ditusuk oleh tombak dan kemudian Yesus dibaringkan di pangkuanNya, kedukaan sewaktu Yesus dimakamkan

Tasbih Ordo Servorum merupakan salah satu pe-nerapan dari nama Maria Bunda Dukacita. Ordo Servorum adalah serikat biarawan imam atau disebut pengabdi Maria. Tasbih ini terdiri dari 49 butir atau 7x7 kali Salam Maria. Setiap 7 x Salam Maria, lalu diselingi dengan 1 x Bapa Kami. Dasar hitungan 7 x adalah ketujuh dukacita Maria.

BUNDA YANG TAK BERCELA / YANG DIKANDUNG TANPA NODA DOSA / MATER IMMACULATA

Maria Dikandung Tanpa Noda merupakan kepercayaan lama dalam Gereja sejak abad ke-5 (yang dikemukakan oleh Julia dari Eklawun). Namun Santo Tomas Aquinas tidak setuju.

Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa dira-yakan setiap tanggal 8 Desember sejak tahun 1246. Sebutan Bunda Maria Immaculata (bahasa Latin = tanpa dosa) baru dirumuskan sebagai dogma oleh Paus Pius IX pada tahun 1854 yaitu bahwa “Maria yang penuh rahmat, Bunda Yesus Kristus sejak dikandung dalam rahim ibuNya bebas dari cacat / dosa asal dengan mengingat jasa Kristus PutraNya di kemudian hari. Maka Maria ditebus pula oleh Kristus tetapi sejak saat pertama keberadaanNya.” Dogma ini diakui oleh Gereja Ortodoks, tetapi mereka tidak menerima bahwa hal itu ditetapkan oleh Paus.

Keyakinan ini didasari pula dalam Alkitab bahwa Malaikat Gabriel menyalamiNya sebagai penuh rahmat, Maria setia pada Yesus sampai hari wafatnya, Maria bersatu dengan murid-muridNya waktu turunnya Roh Kudus pada hari pentakosta yang pertama.

MARIA DARI LOURDES

Santa Maria menampakkan diri di Gua Massabielle, Lourdes, dengan sebuah rosario di tangan. Lourdes adalah tempat ziarah termashyur di Perancis Selatan. Antara tanggal 11 Februari – 16 Juli 1858, gadis petani yang miskin, Bernadette Soubirous (14 tahun) menyaksikan penampakan Bunda Maria sebanyak 18 kali. Pada penam-pakanNya, Bunda Maria membuat tanda salib dan mulai berdoa rosario. Tentu saja Bernadette mengikutinya. Keduanya berdoa bersama kecuali pa-da waktu mengucapkan “Salam Maria”. Ibu Maria tidak berdoa kepada diri-nya sendiri.

Ibu Maria menyatakan diriNya dengan sebutan Yang Dikandung Tanpa Noda Asal. Maksud kedatanganNya adalah supaya kita berdoa rosario. Banyak orang menemaninya ke Gua Massabielle, tapi hanya Bernadette yang dapat melihat Bunda Maria dan sering mengalami ekstase.

Dalam suatu penampakan, Bunda Maria menyuruh Bernadette mendirikan sebuah kapel di gua itu agar orang-orang berziarah ke sana.

Kemudian dalam penampakan yang terakhir, ia disuruh menggali tanah untuk membuka mata air. Sementara ia mengais tanah dengan tangannya, memancarlah air. Sampai sekarang, air dari sumber ini digunakan para peziarah untuk mandi atau untuk minum dengan harapan penyembuhan ajaib atau mukjizat.

Sesudah penyelidikan selama bertahun-tahun, akhirnya pejabat-pejabat Gereja menyetujui umat berziarah ke Lourdes dan sebuah kapel dibangun. Pada tanggal 4 April 1862, sesuai permintaan Bunda Maria, diadakan prosesi / arak-arakan ke Massabielle. Lalu antara tahun 1883-1901 dibangunlah Basilica Rosario yang indah.

Paus Leo XIII dalam tahun 1892 menetapkan tanggal 11 Februari sebagai pesta Bunda Maria dari Lourdes dan Santo Pius X menjadikannya hari perayaan sedunia.

Pada tahun 1958, seabad sesudah penampakan Perawan Maria, jumlah peziarah mencapai 6 juta orang. Kini setiap tahunnya kurang lebih 2 juta orang berdevosi ke Lourdes dan Paus Yohanes Paulus II adalah paus pertama yang berziarah ke Lourdes (14 Agustus 1983) sehari sebelum pesta Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

MARIA DIANGKAT KE SURGA / MARIA ASSUMPTA IN COELUM

Pesta Maria Diangkat ke Surga (jiwa dan ragaNya) dirayakan sejak abad ke-8 dan oleh Paus Pius XII pada tahun 1950 dinyatakan sebagai dogma (yang juga diakui oleh Gereja Ortodoks) : “Bunda Allah yang tak bernoda dan tetap perawan sesudah hidup di dunia ini, diangkat dengan jiwa ragaNya ke dalam kebahagiaan surgawi.” Hal ini terus dipercayai oleh umat Gereja Katolik dan oleh Gereja, ditetapkan menjadi peristiwa mulia ke-4 dalam doa rosario.

RATU DAMAI / RATU PENCINTA DAMAI / REGINA PACIS

Bunda Maria adalah Ratu Damai. Banyak peristiwa dunia seperti berakhirnya perang, penandata-nganan perjanjian perdamaian, atau peristiwa keselamatan terjadi pada hari pesta gelar Bunda Maria. Peristiwa-peristiwa berikut ini adalah beberapa di antaranya Italia menye-rah pada sekutu pada tanggal 8 September (hari pesta kelahiran Santa Perawan Maria) tahun 1943, Jepang menyerah pada perang dunia II tanggal 15 Agustus (hari raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga) tahun 1945, Paus Yohanes Paulus II ditembak dengan 5 butir peluru oleh Memet Ali Agca, orang Turki pada tanggal 13 Mei (hari pesta Maria Fatima) tahun 1981 dan Bunda Maria menyelamatkan jiwa Paus, penandata-nganan traktat jarak jauh senjata nuklir di Washington antara Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan dilakukan tanggal 8 Desember, hari raya Santa Maria Immaculata) tahun 1987, tembok Berlin diruntuhkan pada tanggal 1 Januari (hari raya Santa Perawan Maria Bunda Allah) tahun 1990, Partai Komunis di Rusia dibubarkan pada tanggal 22 Agustus (hari pesta Santa Perawan Maria Ratu) tahun 1991, para pemimpin Rusia, Ukraina, dan Belarusia mengumumkan pecahnya Uni Soviet. Hal ini terjadi pada tanggal 8 Desember (hari raya Santa Maria immaculata) tahun 1991.

BUNDA MARIA DARI GUNUNG KARMEL / MARIA BUNDA KARMEL / MATER CARMELITANA

Bunda Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock dalam tahun 1251 dan menjadikan skapulir coklat tradisi karmelit sebagai tanda kasihNya yang istimewa dan ikrar perlindungan keibuannya.

Bunda waktu itu mengatakan : “benda ini akan menjadi bagimu dan semua karmelit suatu hak istimewa tidak akan menderita api abadi dan akan diselamatkan, bagi mereka yang meninggal mengenakannya.”

Bunda Maria berjanji melepaskan jiwa-jiwa dari api penyucian segera sesudah meninggal bagi orang-orang yang memakai skapulir coklat dan menghayati kemurnian selaras panggilan hidupnya dan berdoa persembahan kecil dan rosario setiap harinya, ditambah satu kali Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan untuk intensi-intensi Bapa Paus.

Untuk mendapatkan pemenuhan janji, seseorang dapat meminta berkat dari seorang imam karmelit atau imam yang diberi kuasa untuk memperolehkan bagi seseorang pemenuhan janji itu.

Untuk mendapat indulgensi penuh (pemotongan hukuman total), seseorang dapat melakukan sakramen pengakuan dosa dan ekaristi pada pesta orang kudus di salah satu hari : Bunda Maria dari Gunung Karmel (16 Juli), St. Simon Stock (16 Mei), St. Elias (20 Juli), St. Theresia dari Lisieux (1 Oktober), St. Theresia Avila (15 Oktober), para orang kudus dari keluarga karmel (14 November), dan St. Yohanes dari Salib (14 Desember) dan merayakannya di gereja-gereja karmelit dan daraskan sebagai tambahan lagi 1 x syahadat para rasul dan 1 x Bapa Kami pada hari itu.

Skapulir coklat adalah bentuk miniatur dari skapulir coklat (mantel Bunda Maria yang dipakai di sekeliling leher bergantung di pundak dengan satu potong kain bergantung di dada dan satu lagi di punggung) yang dipakai para imam, biarawan, biarawati dari keluarga karmel. Memakai skapulir coklat adalah sebagai tanda dari penyerahan diri kita kepada Bunda Maria dan juga adalah sebagai tanda perlindungan dan cinta dari Bunda Maria. Tanpa mengatakan bahwa kita menghormati, percaya, mencintainya, kita menyatakan hal-hal tersebut kepadanya hanya dengan memakainya, dan Bunda Maria menarik kita kepada hati PutraNya yang ilahi. Tapi terlebih kita diingatkan untuk hidup selaras dengan teladan Bunda Maria dengan mengenakan kebajikan-kebajikannya serta mengamalkannya. Bunda Maria tidak ingin kita memakainya dengan motivasi kesombongan dan juga tidak menganggapnya jimat.

SANTA PERAWAN MARIA DARI GUADALUPE / RATU PARA RASUL / REGINA APOSTOLES / IBU PENGHARAPAN SUCI / MATER SANCTAE SPEI / PERAWAN MORENITA

Di Meksiko, Bunda Maria pada tahun 1531 telah menampakkan diri kepada Juan Diego, seorang penduduk asli desa, yang istrinya meninggal 2 tahun sebelumnya. Bunda Maria berpesan supaya Ia dikenali dan dihormati sebagai Santa Perawan Maria dari Guadalupe. Sampai sekarang, banyak orang yang berziarah ke sanctuari dan melihat dengan mata kepala sendiri gambar Bunda Maria yang terlukis pada mantel.

Dalam tahun 1570 Uskup Agung Montufor dari Meksiko menyuruh dibuatkan reproduksi gambar Bunda Maria Guadalupe yang sebelum dikirim kepada Raja Philip II dari Spanyol disentuhkan pada gambar aslinya. Selanjutnya, gambar itu diserahkan kepada Admiral Giovani Doria dan disimpan dalam kabin admiral selama pertempuran yang hebat berlangsung di Lepanto. Sampai sekarang, gambar kecil ini masih disimpan di gereja San Stefano d’ Areto – Italia.

Santa Perawan Maria dari Guadalupe pada tahun 1946 telah dinyatakan oleh Paus Pius XII sebagai pelindung kedua bagian Amerika : Utara dan Selatan, karena memang Amerika Utara dan Selatan sejak dulu me-ngakuinya sebagai pelindung seluruh Amerika.

“Aku adalah ibu penuh belas kasih bagi semua orang yang mencintai Aku, yang percaya kepadaKu, dan yang meminta pertolongan-Ku.” Kata-kata penghiburan ini disampaikan Bunda Maria dalam penampakanNya di Guadalupe, Mexico.

Doa kepada Ibu Maria dari Guadalupe (oleh Paus Yohanes Paulus II) : Maria Perawan dari Guadalupe, ibu seluruh Amerika, bantulah kami untuk mewartakan kebenaran yang telah diwartakan oleh Yesus, PutraMu dan mewujudnyatakan cintakasih, anugerah pertama Roh Kudus. Bantulah lami dalam menguatkan saudara-saudari kami dan dalam menanamkan harapan akan hidup yang kekal.
Ratu para Rasul, berkatilah kerelaan kami untuk mengabdi tanpa mengenal lelah kepada Injil PutraMu, kepada perdamaian yang ditegakkan atas dasar keadilan dan atas kasih antarmanusia dan antarbangsa-bangsa.

Ratu Damai, selamatkanlah semua bangsa benua ini yang menyerahkan diri sepenuhnya kepadamu. Luputkanlah mereka dari perang, kebencian, dan pemberontakan. Bantulah agar masyarakat dan para pemimpinnya belajar hidup dalam damai dan membina perdamaian, belajar menghormati hak masing-masing orang, supaya perdamaian itu menjadi kokoh.

Perawan Morenita, Ibu Pengharapan, Ibu dari Guadalupe, dengarkanlah kami! Amin.

MARIA DARI FATIMA / PERLINDUNGAN ORANG BERDOSA

Gerakan Imam Maria yang terbentuk di Fatima tahun 1972 menyerukan Perlindungan Orang Berdosa sebagai gelar keempat dalam doa persembahan. Ketika mengucapkan doa persembahan pada akhir senakel, orang memohon sekurang-kurangnya 50 kali dalam rosario untuk mendoakan kita, orang berdosa. Dari penampakan-penampakan di Fatima dan pesan-pesan Bunda Maria mengatakan bahwa hatiNya yang tak bernoda adalah satu-satunya tempat yang aman dalam masa yang kacau ini. Beliau mendesak agar seluruh Gereja dan dunia menemukan tempat yang aman hanya dalam senakel rohaniah dari hatiNya yang tak bernoda dan bahwa konsekrasi merupakan cara masuk ke dalam tempat perlindungan yang aman itu. Pentobatan orang berdosa dimulai dari dalam diri sendiri.

Ratu Rosario Suci, Bunda Maria, menampakkan diri di Fatima 12 Juni 1917. Ketika ketiga anak yang buta huruf : Fransisko (9 tahun), Yacinta (7 tahun), dan Lucia (10 tahun) bertanya kepada Maria : “siapakah Engkau?” Maria menjawab : “Aku adalah Ratu Rosario Suci.”

Maria menampakkan diri sebanyak 6 kali dalam periode (13 Mei – 13 Oktober 1917).

Di Fatima, Ibu Maria meminta 5 hal yaitu berdoa rosario, kenakan skapulir coklat Ibu Maria dari Gunung Karmel, mempersembahkan 5 Sabtu pertama, mempersembahkan segala sesuatu dari kehidupan kita kepada Yesus melalui Ibu Maria, melakukan silih dosa.

Tentang silih, Lucia mengatakan : “lakukanlah apa yang menjadi tugas hidup Anda sehari-hari sebagaimana biasanya dan persembahkanlah semuanya kepada Allah tanpa mengeluh.”

Seperti ada ungkapan, “bila seorang anak datang kepada ibunya, pasti anak itu menghendaki sesuatu; tetapi bila seorang ibu datang kepada anaknya, maka pasti anak itu berada dalam bahaya.”

Bunda Maria juga mengatakan kepada anak-anak bahwa hatinya yang tidak bernoda akan menjadi tempat perlindungan kita dan jalan yang memimpin kita kepada Allah dan bahwa Yesus menghendaki devosi kepada hatinya yang tak bernoda ini didirikan di dunia.

Yasinta kecil memastikannya ketika ia berada dalam saat kematiannya. Kepada Lusia, ia katakan, “Katakan kepada semua orang bahwa Allah menginginkan rahmat-rahmatNya datang melalui hati Maria yang tidak bernoda dan bahwa orang harus memohon kepadaNya dan bahwa hati Yesus ingin agar hati Maria yang tak bernoda dihormati di samping hatiNya.”

Sebagaimana Lucia seorang visioner Fatima yang masih hidup menjelaskan mengenai rahasia ketiga Fatima yang belum terungkap: “Semuanya ada dalam Injil dan dalam buku Wahyu. Bacalah buku-buku itu!” Ucapan Maria dalam penampakanNya di Fatima dalam bentuk ramalan, janji, dan juga syarat-syarat yang harus dipenuhi. ramalan: ”Beberapa bangsa akan hancur.” Janji : “hatiKu yang tak bernoda akan menang...suatu era damai akan diberikan kepada umat manusia.” Persyaratan: untuk menghindari ramalan di atas dan untuk mendapatkan janji Bunda Maria, kita harus dan patut melaksanakan garis besar keputusan kongres Maria internasional tahun 1996.

Berikut beberapa kutipan dari ucapan Bunda Maria dalam penampakanNya di Fatima. Kalimat pertama yang diucapkan Maria pada anak-anak di Fatima adalah: “Kalian harus berdoa rosario.”

Maria bertanya, “apakah kalian ingin mempersembahkan kepada Allah, segala penderitaan yang Dia maksudkan bagi kalian, demi perbaikan dosa dari orang-orang yang menyinggung Dia dan sebagai permohonan untuk pertobatan mereka?” Pertanyaan ini diiyakan oleh anak-anak.

Maria juga mengundang anak-anak untuk mengurbankan diri bagi orang berdosa dan sering mengucapkan terutama bila mereka sedang melakukan pengurbanan itu.

Lalu Bunda Maria memperlihatkan visiun mengenai neraka yang mengerikan dan berkata, “kalian telah melihat neraka, ke tempat itu, jiwa-jiwa yang malang para pendosa ini pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Allah menghendaki didirikan di dunia ini, devosi kepada hatiKu yang tak bernoda. Jika kalian melakukan apa yang kukatakan, maka banyak jiwa akan diselamatkan, dan akan ada kedamaian…”

Akhirnya Beliau mengajarkan anak-anak doa kecil yang kita ucapkan di antara persepuluhan Salam Maria dalam rosario. “jika berdoa rosario, setelah setiap peristiwa, ucapkanlah kata-kata ini : “ya Yesus, ampunilah dosa-dosa kami, bebaskanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah kami ke Surga, terutama mereka yang paling membutuhkan kerahimanMu.”

Beliau juga mendesak, “berdoalah, berdoalah banyak-banyak dan lakukanlah silih dan kurban untuk para pendosa yang malang, karena banyak jiwa pergi ke neraka karena tidak ada yang berdoa dan melakukan kurban bagi mereka.”

(Paus Pius XII mengungkapkan, “Dosa dari abad ini adalah hilangnya kesadaran akan dosa.”)

Tahun 1980, Maria menampakkan diri dan mengatakan, “pada hari ini kalian mengingat penampakanKu yang terakhir di Cova da Ira, yang diteguhkan oleh mukjizat matahari. Dengan amat sedih Aku mohon kembali seperti yang Kulakukan pada hari yang sama di Fatima dulu dan yang dapat diringkas dalam beberapa kata, pesan itu Kubawa dari surga untuk kalian : janganlah berdosa lagi. Janganlah menyinggung hati Putraku, Yesus lagi yang sudah amat disakiti. Kembalilah kepada Allah dengan pentobatan dalam doa dan silih.”

Tahun 1981, kembali Maria berkata : “pesanku ini tetap tidak dipatuhi. Oleh karena itu, manusia tetap melanjutkan makin jauh di jalan pemberontakannya terhadap Allah, menolak dengan keji hukum-hukum cinta kasihnya. Karenanya, bahkan mereka telah tiba pada penyangkalan akan dosa, pada keadaan dari kekacauan moral keadilan yang paling menyedihkan atas nama suatu kebebasan yang palsu. Sebab itu, setan, musuhku, telah berhasil dalam membiusmu ke perangkapnya. Banyak jiwa akan hilang dalam tidak menyadari akan dosanya dan sebab itu, akan lebih lagi berbuat dosa dan membenarkannya. Kesadaran akan kesalahan yang adalah permulaan dari langkah berikutnya kepada pertobatan, praktis lenyap. Aku mohon agar kamu bertobat, menyesal dan segera kembali kepada Allah.

Melalui kalian anak-anakKu, terutama yang telah kupilih dan mempersembahkan diri kepadaKu, para rasulKu di zaman ini, Aku menghendaki permohonanku yang amat sangat penting ini supaya dapat menjangkau siapapun di muka bumi. Pada masa penggodaan, perju-angan, dan putus asa ini, pandanglah aku dan kalian akan dikuatkan dan dibantu.

Apabila kalian sampai jatuh dan merasa bebanmu terlampau berat, jika kalian sampai menggelora oleh kejahatan dan dosa, datanglah kepadaKu dan Aku akan memberimu semangat dan pertolongan. Pada hari ini lihatlah dengan mata kerahiman dan kasihan pada anak-anakku yang berdosa. Aku berkata, akulah Ibu Surgawimu, yang mengundangmu semua untuk berkumpul bersama di dalam mantelku yang tak bernoda ini, untuk dijaga dan dibimbing kepada Allah.”

Dalam masa jabatannya, Paus Pius XII mempersembahkan Rusia kepada Hati Tak Bernoda Ibu Maria.

RATU ROSARIO SUCI / BUNDA SEGALA KEMENANGAN

Pesta Bunda Maria Ratu Rosari tanggal 7 Oktober dirayakan untuk memperingati kemenangan di Lepanto (1571) ketika armada laut Kristen mengalahkan armada Turki yang mengancam pantai negara-negara Kristen di seluruh Laut Tengah. Pada waktu itu seluruh umat Kristen berdoa rosario supaya mereka dibebaskan dari ancaman musuh yang akan membunuh atau menjual mereka yang ditawan ke dalam perbudakan.

Pada masa Paus Pius V mencapai tahta St. Petrus, Gereja sedang dilanda bahaya besar dari Timur yang mengancam untuk memusnahkan Kristianitas di seluruh Eropa. Kaum Muslim sangat kuat dan agresif. Bapa Suci memberi peringatan kepada para raja dan pangeran di Eropa mengenai situasi bahaya yang sedang mengancam, namun tak seorang pun yang mempedulikannya.

Ketika Jenderal La Valette yang hebat itu mempertahankan Malta dari serangan bangsa Moor, tak seorang pun yang membantunya kecuali Paus Pius V yang mengirimkan uang dari bendahara Vatikan untuk mempertahankan benteng yang penting itu. Ketika ia dikalahkan, Soliman II, Raja Turki mempersalahkan Paus dan menya-takan perang kepada Italia, mengancam akan menghancurkan setiap kota yang berada di tepi pantai.

Menghadapi ancaman demikian, Bapa Suci memerintahkan setiap Gereja di Italia untuk mengadakan devosi 40 jam. Soliman mentertawakan cara perlawanan seperti itu, tapi 3 hari kemudian, ia wafat.

Kebebasan Italia hanya singkat saja karena raja yang baru, Raja Salin dari Sot memutuskan menjadikan Italia bagian dari kerajaannya. Kembali Bapa Suci memohon pada para penguasa di Eropa, tapi pesannya tidak juga dihiraukan dan tidak dijawab. Para utusan yang diutusnya tidak pula diterima. Hanya seorang pangeran muda dari Austria yang menjawab permohonannya. Don john dari Austria. Orang muda ini menawarkan bantuannya kepada Bapa Suci.

Meskipun Don John belum berpengalaman, Paus Pius V mengangkatnya sebagai kepala dari ekspedisi laut yang sedang dipersiapkannya untuk melawan bangsa Turki dalam mempertahankan Italia.

“Pergilah anakku, karena aku tahu Tuhan akan memberimu kemenangan. Rosario akan menjadi keselamatan bagi kita!”

Bapa Suci kemudian memberkati kapal-kapal dan seluruh armada diletakkan di bawah perlindungan Ratu Rosario yang Amat Suci. Semua yang ada di kapal menerima komuni kudus setiap hari dan berdoa rosario berkali-kali dalam sehari.

Para imam di Italia mengumpulkan umatnya dan semuanya diminta berdoa rosario. Paus masuk kapel pribadinya dan tinggal di sana terus-menerus.

Tahun 1571, sebuah armada Turki yang luar biasa besar berlayar menuju Eropa. Sasarannya menaklukkan Kota Abadi Roma. Dari Barat dikerahkan sebuah armada kecil yang sederhana persenjataannya. Pasukan pilihan gabungan Spanyol, Venesia, dan pasukan kepausan disiapkan di Pantai Lepanto dekat Yunani. Dalam La Real yang berbendera Spanyol, Don John dari Austria tak dapat menghindar dari kapal Turki yang membawa komando tertinggi Sultan Ali Pasha. Hari itu 7 Oktober 1571.

Don John baru saja keluar ke laut lepas ketika ia bertemu dengan pasukan kapal induk Turki yang hebat : 330 kapal. Ketika kedua armada itu saling berhadapan, Don John menyuruh anak buahnya berdoa rosario. Mereka memegang senjatanya sambil berdoa rosario yang ada di tangan mereka. Mereka bahkan tetap berdoa selama pertempuran memuncak. Dan sungguh amat mengherankan, satu demi satu perahu armada Turki itu tenggelam ditelan ombak dan gelombang sedangkan perahu-perahu orang Kristen tetap tidak mengalami kerusakan apa pun. Ketika Salin dari Sot menyadari bahwa ia sedang bertempur melawan lebih dari sekedar armada musuh yang kecil, ia melarikan diri ketakutan di hadapan Allah orang Kristen dan Ratu umat Katolik.

Pertempuran Lepanto yang bersejarah itu terjadi pada siang hari minggu pertama bulan Oktober. Tiba-tiba Paus bangkit dari doanya dan memanggil mereka yang berada di sekitarnya. “Cepat kemari! Ini bukan waktunya untuk bekerja. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang maha kuasa karena armada laut kita telah memperoleh kemenangan yang besar...!”

Dari sudut pandang sebagai manusia, kemenangan itu adalah sesuatu yang mustahil. Waktu itu pimpinan Gereja tertinggi adalah Paus Pius V. Beliaulah yang memanggil semua orang Katolik untuk memohon bantuan Bunda Allah dan menggempur surga dengan rosario tanpa henti. Umat Katolik menanggapi seruan Paus selama pertempuran berlangsung. Dalam saat-saat kritis, saat pertempuran berat sebelah dengan armada Kristen yang tak berdaya karena jumlahnya jauh amat kecil, tiba-tiba angin yang amat besar bertiup ke jurusan armada Turki. Armada yang kuat itu berantakan tenggelam, kapal pecah.

Seharusnya berita itu baru sampai di Roma beberapa hari kemudian, tapi aneh, Paus justru yang memberi kabar ketika pada suatu pertemuan, tiba-tiba ia berkata : “marilah kita mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, kemenangan sudah kita capai!”

Dua minggu kemudian Don John tiba di Roma membawa berita gembira tersebut. Isinya mengenai kemenangan yang terjadi tepat pada saat Paus mengumumkannya di Roma pada tanggal 7 Oktober 1571. Satu hari penuh dipersembahkan untuk menghormati Bunda dari semua kemenangan.

Tahun berikutnya hari itu ditetapkan menjadi pesta Ratu Rosario yang Amat Suci.

BUNDA ALLAH / MATER DEI

Dalam Gereja Ortodoks, umat berdoa kepada Bunda Maria dan Maria dihormati secara istimewa dan disapa dengan sebutan Bunda Allah. Hal ini dikatakan sendiri oleh istri Dr Alexander yang beragama Kristen Ortodoks. Dr. Alexander adalah sekretaris pribadi Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India. Gandhi sangat menghargai penghormatan kepada Bunda Maria. Ia pernah memberikan hadiah pribadi kepada istri sekretarisnya itu berupa sebuah patung Maria dengan Kanak-kanak Yesus.

BINTANG LAUT / RATU PERTOLONGAN ABADI / BUNDA PENOLONG ABADI / MATER SEMPER AUXILIATRIX

Dalam sebuah pelayaran mengarungi samudra, sebuah kapal diterpa badai. Semua penumpang panik termasuk kapten kapal dan anak buahnya. Berbagai usaha telah dicoba agar kapal tidak tenggelam. Namun tampaknya sia-sia. Semua penumpang pasrah.

Seorang penumpang kemudian teringat bawaannya. Ia buka bungkusannya. Nampak sebuah gambar Bunda Maria. Ia amati sebentar dan dia teringat gambar itu barangkali bisa membantu. "Mari kita berdoa mohon perlindungan Maria Bintang Laut". Suaranya hampir-hampir tidak kedengaran ditelan bunyi gelombang. Ia ulangi sekali lagi sambil memperlihatkan lukisan Bunda Maria yang dia pegang di ta-ngannya. Semua mata tertuju ke gambar itu. Mereka kemudian berlutut walaupun dalam keadaan oleng sambil berdoa.

Tiba-tiba langit yang tadinya gelap berawan, menjadi cerah. Angin yang selama beberapa jam membuat perahu oleng, mulai reda. Begitu juga gelombang laut pelan-pelan menjadi teduh. Kapal seolah berlayar di atas minyak yang tenang. Akhirnya kapal merapat di pelabuhan Roma. Semua penumpang selamat.

Pemilik gambar itu langsung menuju rumah kawannya. Sayang, usianya tidak lama. Namun, sebelum meninggal ia berpesan kepada kawannya agar lukisan itu diberikan kepada salah satu gereja di Roma. Kawannya melihat lukisan itu indah. Selain indah juga aneh. Tidak sebagaimana lukisan Bunda Maria yang pernah ia lihat, lukisan ini memberi suatu pesan khusus yang sulit dilupakan.

Gambar ajaib itu memperlihatkan Bunda Maria sedang menggendong Kanak-kanak Yesus. Sikap dan wajah Yesus memperlihatkan rasa cemas. Yesus yang masih kecil itu nampaknya mencari perlindungan pada IbuNya. Tangannya yang masih mungil menggenggam erat tangan Ibu Maria. Mata Yesus menunjukkan rasa cemas. Keterkejutan dan menyelamatkan diri secara tergesa-gesa nampak dari salah satu sandalNya yang hampir lepas dan tergantung.

Menurut pelukisnya yang entah siapa, yang pasti ia berasal dari Eropa Timur, mungkin dari Pulau Kreta. Ketika itu Yesus sedang bermain-main. Tiba-tiba datang dua orang malaikat. Yesus terkejut. Ia segera lari ke pangkuan IbuNya, mohon perlindungan. Ibu Maria juga sempat terkejut sebelum mengetahui apa yang terjadi. Yesus amat tergesa-gesa hingga tidak sempat memperhatikan sandalnya yang hampir hilang.

Ada alasan yang kuat mengapa Yesus kecil terkejut melihat kedua malaikat itu. Utusan Tuhan itu memperlihatkan secara jelas salib, paku-paku, lembing, dan bunga karang yang penuh cuka dan empedu. Barang-barang ini kita tahu kemudian menjadi alat kesengsaraan Yesus ketika memikul salib dan wafat di Kalvari.

Sebagai anak kecil, Yesus ketakutan. Ia merasa ngeri. Karena itu, Ia memeluk Maria. Jari-jariNya gemetar dalam genggaman yang aman Bunda Maria. Kemudian dengan penuh kasih keibuan, Maria merapatkan Kanak-kanak Yesus lebih dekat ke tubuhNya dengan tangan kiriNya. Di dalam pelukan Maria yang memandang dengan rasa haru dan kasih sayang, Yesus merasa aman karena Maria memeluknya seraya memberi keyakinan. Tangan Kristus yang menggenggam erat tangan BundaNya mengingatkan kita bahwa Dia mempercayakan diri sepenuhnya kepada IbuNya yang terkasih dan menunjukkan kita pun akan aman berada di dalam asuhanNya.
Kawan pemilik gambar itu memang tertarik karena anehnya lukisan itu. Ia tidak sadar, lukisan itu menyimpan sejumlah misteri. Malam harinya ketika tidur, Maria menampakkan diri kepadanya. Dalam mimpinya, Maria mengingatkan dia agar mengikuti pesan kawannya sebelum meninggal yaitu menyerahkan lukisan itu kepada salah satu gereja.

Mimpi itu disampaikan kepada istrinya tapi mereka masih tetap menyimpan lukisan itu. Tidak lama kemudian orang itu meninggal. Rupanya, istrinya juga tertarik dan menyukai gambar itu. Ia bertekad menyimpannya walau ada pesan khusus dari suaminya. Maria kembali mengingatkan keluarga itu melalui anak gadisnya. "Ibu, aku melihat seorang wanita yang amat cantik. Wanita itu berkata kepadaku, katakan kepada ibumu, Bunda Penolong Abadi minta supaya lukisan diriNya ditempatkan di salah satu gereja. Begitulah pesannya, Bu." Sang janda ingin melaksanakan pesan itu, tetapi ia ditertawakan sesama ibu di wilayahnya. Ia menjadi lebih tertarik lagi ketika salah seorang temannya jatuh sakit. Temannya itu tiba-tiba sembuh setelah minta maaf kepada Maria dengan menyentuh lukisan itu.

Akhirnya, lukisan itu diserahkan kepada gereja St. Alfonsus di Roma. Selama 300 tahun, lukisan itu tersimpan di sana. Selama itu pula tempat itu menjadi terkenal karena mukjizat-mukjizat yang terjadi. Tahun 1798, di masa perang Napoleon, para imam diusir. Tapi salah seorang imam sempat menyimpan lukisan itu di sebuah kapel kecil. Lukisan itu terlupakan selama 70 tahun.

Untung ada seorang bruder tua yang masih ingat riwayat lukisan itu. Ia menceritakannya kepada seorang anak kecil yang kemudian menjadi imam Redemptoris. Bocah itu ini menceritakan pula riwayat gambar itu kepada sesama imam Redemptoris. Akhirnya berita ini sampai ke telinga Paus. Paus memberi perintah, agar gambar tersebut diperlihatkan dan dihormati kembali serta ditempatkan di tempatnya semula yaitu di tempat yang dipilih sendiri oleh Bunda Maria.

Gambar asli dilukiskan di atas kayu, usianya kira-kira 500 tahun. Tahun 1866, gambar itu secara resmi ditempatkan di gereja St. Alfonsus di Roma. Paus Pius IX berpesan kepada para imam Redemptoris, "perkenalkanlah Dia ke seluruh dunia." Sejak saat itu, gambar diperbanyak. Duplikatnya disebarkan ke seluruh dunia.

Hingga kini banyak umat yang memberi penghormatan khusus kepada Maria Penolong Abadi mendapat banyak berkat dan ada pula yang mengalami mukjizat secara khusus. Konsili Vatikan II dalam salah satu butir penghormatan kepada Maria memberikan nama Penolong Abadi (Perpetual Help) kepada maria. Alasannya ialah karena nama itu secara ajaib menonjolkan dan menekankan pengasuhan ibu yang dilaksanakan Maria terhadap Gereja yang kini masih berjuang di dunia.

Penjelasan makna lambang-lambang pada gambar : Paraf Yunani di sudut kiri dan kanan atas gambar berarti Bunda Allah. Bintang di mahkota Maria bermakna, beliaulah Bintang Lautan…yang membawa cahaya Kristus kepada kegelapan dunia ini. Bintang yang membimbing kita dengan aman menuju rumah surgawi. Malaikat Agung Mikael di sebelah kiri memegang lem-bing dan bunga karang dan huruf yunani namanya dituliskan di atasnya. Mulut Maria digambar mungil sebagai lambang sedikit berbicara dan dalamnya kehidupan kontemplasi sang perawan. Jubah Maria berwarna merah, warna yang dikenakan oleh para perawan pada zaman Kristus. Mantel biru tua yang dikenakan Maria seperti para ibu di palestina, melambangkan Maria adalah perawan dan ibu. Tangan-tangan Kristus yang menggenggam erat ibu jari BundaNya menyatakan kepada kita, kepercayaan yang kita harus berikan di dalam doa-doa kepada Ibu Maria. Mahkota emas dilukis dalam gambar aslinya merupakan tanda dari banyaknya doa yang terkabul yang ditujukan kepada Bunda Maria yang disebut sebagai Bunda Pertolongan yang Abadi. Malaikat Gabriel di sebelah kanan memegang salib dan paku-paku dan huruf yunani untuk namanya ditulis di atasnya. Mata Maria digambarkan besar, mata itu melihat tembus pada kebutuhan-kebutuhan kita dan mengundang permohonan-permohonan. Huruf di sebelah wajah Yesus bila diterjemahkan berarti "Yesus Kristus". Tangan kiri Bunda Maria menopang Kristus dengan eratnya menyatakan kepada kita jaminan yang kita peroleh dalam pengabdian terhadap Bunda Allah. Sandal yang terjatuh, suatu tanda bahwa bagi mereka yang merenungkan sengsara Kristus, akan memperoleh penyelamatan dan memasuki jenjang pewarisannya yang abadi. (lihat Rut 4 : 7-8).

BUNDA MARIA DARI LUXEMBURG / PENGHIBUR ORANG YANG BERDUKACITA / CONSOLATRIX AFFLICTORUM

Dekat Natal tahun 1641, seorang pedagang dari Geldern, Hendrick Busman mendengar suara ketika berdoa di depan salib Kroatia di padang rumput di Kavelaer, bagian Utara antara Sungai Rijn dan Maas dekat perbatasan negeri Belanda.

Suara itu mengatakan, "Di tempat ini kau harus mendirikan kapela untukKu!"

Setahun kemudian, di tahun 1642 pada tempat yang sama, ia mendengar lagi kata-kata itu dan begitu pula beberapa hari sesudahnya. Tetapi Hendrick diam, tidak mengatakannya kepada siapapun.

Kira-kira sebulan sebelum pantekosta tahun 1642, istrinya sekonyong-konyong melihat cahaya terang dan di dalamnya sebuah kapela dengan gambar kecil, sama seperti ia lihat pada prajurit yang menawarkannya. Itu adalah gambaran ukiran Bunda Maria dari Luxemburg. Busman mengerti tandanya. Gambar itu dibeli dan dimulai dengan pembangunan kapela pada tempat yang ditunjukkan suara. Gambar itu ditempel atas papan dan dititipkan pada biara Kapusin di Geldern.

Pada 1 Juni 1642, pastor dari Kavalaer, Johanes Schink menempatkan gambar tersebut di kapela yang sudah selesai. Pada hari itu juga banyak orang dari Geldern datang dan begitu pun dari tempat lain. Terjadi beberapa mukjizat.

Gambar Penghibur Orang yang Berdukacita yang sejak tahun 1642 sudah dikenal, menjadi "patung" rahmat dari Kavalaer. Gambar yang sudah pudar itu memperlihatkan Maria dengan mantel lebar. Ia menggendong Yesus di tangan kiri, Yesus dengan mahkota dan bola dunia. Di tangan kanan Maria memegang tampuk kerajaan, atas kepala sebuah mahkota bintang. Di latar belakang, tampak kota Luxemburg dan di sebelah kanan kapela ziarah di depan tembok-tembok kota. Atas kepala ada gulungan yang bertuliskan : "Consolatrix, Afflictorum, ora pro nobis" (Penghibur Orang yang Berdukacita, doakanlah kami).

Gambar ini disimpan dalam kapela ziara, dikelilingi hadiah-hadiah indah, tanda terimakasih.

Oleh kapitel Santo Petrus di Roma diminta menempatkan mahkota emas di tahun yubileum, ialah tahun 1892.

Luxemburg juga memberi hadiah yubileum : 2 tangkai bunga mawar perak yang dilapisi emas. Tulisan atas emaile putih dan biru yang berbunyi : "tanda kasih sayang ibu untuk anaknya", menunjukkan asal Maria di Kavalaer dari Luxemburg.

Kavalaer menjadi tempat doa. Orang beriman yang mencari penghiburan rohani membawa kesulitan-kesulitan kepada yang telah diberikan kepada manusia sebagai ibu oleh yesus di salib.

Maria tetap berdiri di bawah salib, dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan segala penghiburan (2 Kor 1 : 3-4) begitu pula mereka yang datang berdoa akan menerima penghiburan dari Ibu mereka.

Kata Yohanes Paulus II : "Penghibur Orang yang Berdukacita itulah salah satu dimensi dari kehadiran seorang ibu dalam Gereja dan dunia. Tuhan seakan-akan memberikan kepada kita pencerminan keibuan dari penghiburanNya"

HAWA BARU

Santo Justinus mengatakan bahwa dengan merenungkan peranan Kristus sebagai adam baru (Rom 5 : 12-21), sejak abad ke-2 Maria dipandang sebagai hawa baru yang ikut membawa keselamatan karena taat pada kehendak Allah. Hawa ditipu oleh ucapan malaikat yang jahat, sehingga ia tidak taat kepada perintah Allah dan karenanya membawa kematian.

Sementara itu, Ibu Maria, perawan yang setia, memperhatikan perkataan malaikat dengan baik dan karenanya melahirkan sumber kehidupan bagi dunia dengan persetujuanNya. Maka Maria digelari Hawa Baru. Pada zaman Santo Hieronimus dirumuskan : "kematian melalui hawa dan kehidupan melalui Maria." [YS]

Hari-hari yang berkaitan dengan Maria

1 Januari hari raya Santa Perawan Maria Bunda Yesus Kristus
11 Februari penampakan Bunda Maria di Lourdes
22 Maret Tujuh kedukaan Santa Maria
25 Maret Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (hari raya Kabar Sukacita)
11 Mei Maria Ratu para Rasul
13 Mei Santa Maria di Fatima
24 Mei Maria Penolong Umat Kristiani
31 Mei Maria mengunjungi Elisabeth (dan tinggal bersamanya selama kurang lebih 3 bulan) (Luk 1 : 39-56)
8 Juni Santa Perawan Maria, Takhta Kebijaksanaan
15 Juni Santa Perawan Maria
28 Juni Hati Tersuci Santa Perawan Maria
16 Juli Maria dari Gunung Karmel
23 Juli Santa Perawan Maria Bunda Rahmat Ilahi
27 Juli Bunda Maria Penolong Abadi
5 Agustus Pemberkatan basilika Santa Perawan Maria
15 Agustus Hari raya Maria Diangkat ke Surga (dogma tahun 1950 oleh Paus Pius XII)
22 Agustus Santa Perawan Maria Ratu
8 September Kelahiran Maria
12 September Nama Maria tersuci
15 September Santa Perawan Maria Berdukacita
7 Oktober Maria Ratu Rosario
21 November Maria dipersembahkan kepada Allah
27 November Maria dari medali wasiat
8 Desember Maria dikandung tanpa Noda
12 Desember Bunda Maria dari Guadalupe

 
 
       

   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org