Kolom - Kesehatan
 

Menopause Dengan Bahagia

Seringkali wanita menghadapi menopause dengan rasa cemas dan waswas karena menopause identik dengan ketuaan. Menopause itu adalah proses yang alamiah maka wanita bisa menghadapinya dengan bijak dan tenang sehingga dapat melalui masa itu dengan percaya diri dan bahagia.

Pada proses menopause terjadi penurunan fungsi indung telur dalam menghasilkan sel telur dan hormon -hormon reproduksi. Padahal hormon - hormon reproduksi itu berguna pula untuk proses dalam tubuh seorang wanita., sehingga pada saat itu terjadi penurunan fungsi pula pada beberapa organ tertentu. Dapat terjadi cepat maupun dapat kita perlambat dengan serangkaian cara dan sikap hidup yang tepat. Tidak perlu takut menghadapinya , asalkan kita siap dan dapat mengantisipasinya maka wanita dapat tetap hidup sehat dan bahagia.

Menopause dimulai dengan masa perimenopause yaitu suatu masa dimana terjadi tidak teraturnya siklus haid. Masa ini dimulai sekitar usia 40 tahun. Haid menjadi lebih sedikit atau siklusnya menjadi lebih panjang, lebih pendek atau tidak beraturan sama sekalu. Kadang- kadang disertai timbulnya nyeri haid.

Setelah terjadi penurunan fungsi ovarium dimana hormon progesterone sudah sangat berkurang, sementara masih ada sedikit hormon esterogen seringkali menyebabkan ketidakseimbangan hormonal. Terjadi pendarahan haid yang tidak sesuai siklus haid sebelumnya. Pada beberapa wanita yang gemuk dapat terjadi esterogen relatif berlebih (unopposed esterogen) yang dapat menyebabkan penebalan dinding endometrium disebut hiperplasia endometrium. Haid menjadi banyak dan berkepanjangan. Pada masa sebelum menopause ini dapat terjadi, keluhan klimakterik berupa gangguan vasomotor seperti : gejolak panas (hot flushes), sakit kepala, cepat lelah, kurang tenaga, obstipasi, jantung berdebar - debar, gangguan libido, kesemutan, berkunang - kunang. Kekurangan esterogen dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, dimana diperiksa kadar hormon esterogen dan hormon gonadotropin dalam darah.

Esterogen sangat berperan pada metabolisme penting beberapa organ diantaranya kulit, tulang, sistem jantung dan pembuluh darah, otak, saluran kencing dan tentu saja organ seksual. Kekurangan esterogen pada masa menopause dapat menyebabkan gangguan pada beberapa organ seperti :

Pada otak karena esterogen yang menurun terjadi penurunan aliran darah ke otak, sehingga metabolisme otak berkurang. Pada gangguan yang berat dapat terjadi gangguan tidur, takut dan gelisah seperti gangguan depresi. Tak jarang karena gangguan aliran darah tersebut terjadi Alzhmeir atau kepikunan. Selain gangguan vasomotor dapat pula terjadi gangguan psikis seperti gangguan perilaku, suasana hati serta fungsi kognitif. Wanita menjadi cepat marah, tersinggung dan cepat lupa. Pada organ seksual dan saluran kemih : kurangnya esterogen menurunkan aliran darah ke organ - organ seksual terlebih dahulu. Selaput lendir vagina menjadi kering sehingga menyebabkan sakit pada waktu senggama, kulit vagina menjadi tipis sehingga mudah terinfeksi. Terasa panas atau gatal, dan mudah sekali terjadi keputihan karena peradangan. Hal ini dapat mengakibatkan kurang harmonisnya hubungan suami istri.

Pada saluran kencing; kekurangan esterogen menyebabkan kandung kemih sering kena infeksi. Menyebabkan nyeri perut bawah, selalu ingin segera kencing secara tiba - tiba dan sampai tidak menahan kenicng atau bahkan mengompol.

Pada payudara, hormon esterogen dan progesterone membentuk payudara, sehingga kekurangan kedua hormon ini menyebabkan kisutnya payudara. Kelenjar yang mengecil terkadang menyebabkan pembentukan seperti kista, atau dapat terjadi perubahan baik sifat jinak atau ganas. Periksalah payudara secara teratur dengan tehnik SARARI (perikSa payudaRA sendiRI) atau dengan USG payudara. Bila dicurigai adanya keganasan dapat ditambah dengan pemeriksaan mamografi.

Pada tulang : esterogen membantu pembentukan tulang yang secara alamiah tubuh. Tubuh menjadi lebih pendek dan lama kelamaan menjadi bongkok. Sebelum hal itu terjadi biasanya timbul rasa nyeri pada pergerakan ekstremitas; kaki dan terutama tangan. Wanita menjadi lebih sulit bergerak atau beraktifitas normal. Seringkali terjadi jatuh tiba - tiba dan fraktur /patah tulang. Hal ini disebut osteoporosis. Sebelum terjadi fraktur, kita dapat mencegah osteoporosis dengan cukup berolah raga seawktu muda dan diteruskan sampai lansia (lanjut usia). Konsumsi kalsium yang cukup dan bila perlu menambah hormon esterogen yang sangat kurang untuk memperbaiki metabolisme tulang.

Untuk mendiagnosis osteoporosis, kita dapat melakukan pemeriksaan densitas tulang untuk melihat kepadatan mineral tulang disebut bone densitometri. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan lebih dini, sebelum terasa keluhan pada anggota gerak. Dapat dilakukan pada usia sesudah 25 tahun untuk mengetahui kepadatan mineral tulang kita. Bila kita berada pada daerah kuning, segera harus dilakukan upaya pencegahan osteoporosis, jangan sampai masuk pada daerah merah atau amat kurangnya kepadatan tulang. Pada keadaan ini dapat terjadi patah tulang secara tiba- tiba.

Pencegahan osteoporosis adalah dengan mengurangi risiko pengerusakan tulang yaitu : memperbesar asupan kalsium dengan makanan mengandung kalsium tinggi seperti susu, mengurangi kebiasaan makan/minum zat yang menghambat absorpsi kalsium di usus seperti minum beralkohol atau tinggi kafein, kurang bergerak. Bila osteoporosis sudah terjadi dapat diberikan preparat hormon esterogen yang dapat membantu penyerapan kalsium di usus dan memacu pembentukan tulang.

Gangguan pada masa menopause dapat juga diperberat dengan kebiasaan yang kurang baik seperti merokok, diet yang terlalu ketat, kurang istirahat atau kurang berolah raga. Memasuki menopause dengan bahagia adalah kiat mengatur kebiasaan hidup kita agar dapt memperbaiki kekurangan kita pada masa menopause, memperlambat proses pengerusakan dalam tubuh kita akibat menopause.

Bila wanita yang memasuki masa menopause maka jangan lupa merawat kesehatan dengan rajin memeriksa diri ke dokter. Ada beberapa pemeriksaan yang secara rutin harus dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan dini.

Pap Smear untuk semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, dilakukan setiap setahun sekali, di atas 50 tahun, dilakukan setiap 6 bulan sekali. Bila dicurigai adanya kelainan yang lebih serius, dilakukan pemeriksaan kolposkopi.

Pemeriksaan USG ginekologi (lebih sensitive dilakukan dengan USG trans vagina) untuk mendeteksi kelainan kandungan, dilakukan setahun sekali. Biasanya bersamaan dengan pemeriksaan pap smear.

Pemeriksaan USG payudara dilakukan setahun sekali.

Pemeriksaan bone densitometri dilakukan dua tahun sekali, kecuali ada indikasi atau diatas 60 tahun dapat dilakukan lebih sering.

dr. Ekarini Aryasatiani SpOG
RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat

 
 
       

   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org