Liputan - Kegiatan Wilayah
 

Kegiatan Wilayah Lingkungan St. Maria Immaculata

Kegiatan dalam Bulan Kitab Suci dan Bulan Maria

Membangun paroki yang berdaya pikat tentu menjadi harapan setiap umat. Maka tak heran jika Umat Katolik menyambut antusias tema Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2006: “Bersama Membangun Habitus Baru”.

Godaan mempertahankan habitus lama memang sangat besar. Sebabnya, antara lain karena manusia ingin mencari aman, enak dan selamat. Karena itu, wajar bila banyak di antara kita yang tidak bisa membaca realitas sosial secara kritis dan memecahkan persoalan di lingkungan.

Dalam kondisi ini, Wilayah St. Maria menyadari perlunya “merapatkan jala ikan” seperti himbauan Bapak Uskup Julius Darmaatmaja SJ. Artinya, umat perlu menciptakan komunitas basis yang kokoh dan kuat dimulai dari keluarga, tetangga dan Lingkungan. Kemudian, semua itu menyatu dengan Wilayah dan pada akhirnya menjadi Paroki yang solid dan berdaya pikat.

Untuk merayakan Bulan Maria dan mempererat hubungan antarumat Wilayah St. Maria, bulan Oktober lalu pengurus dan umat masing-masing Lingkungan mengadakan ziarah ke Goa Maria. Kami dari Lingkungan St. Maria Immaculata mengadakan ziarah ke beberapa Goa Maria di Jawa Barat.

Devosi di Goa Maria
Kami berangkat pukul 06.00 WIB dan mampir di Cikampek untuk makan pagi. Rombongan tiba di Goa Maria Tebar Kamulyan-Subang pukul 09.30 WIB. Kami disambut oleh Pastor dan umatnya. Kegiatan dimulai dengan misa oleh Pastor Franky. Misa dihadiri oleh umat dari Jakarta dan Bandung, kira-kira sebanyak 400 umat. Koor dari paroki setempat yang menyanyikan lagu-lagu liturgi yang indah diambil dari puji syukur dan kidung syukur (di paroki, kita masih ragu-ragu memakai lagu kidung syukur). Tema misa minggu itu adalah Pria dan Wanita Bersatu dalam Ikatan Cinta Kasih dan Kesetiaan untuk Mengabdi Kehidupan….

Dalam misa itu, Pastor Franky mengundang maju umat yang kebetulan ulang tahun perkawinan pada bulan September/Oktober. Setelah wawancara singkat, Pasto Franky juga memberkati mereka secara khusus. Ada bonus juga, pastor menyanyikan lagu untuk umat.
Selesai misa pukul 11.30 WIB, acara dilanjutkan dengan Jalan Salib di bawah panas terik matahari.

Dengan penuh semangat, kami tetap tekun sampai pemberhentiaan terakhir. Umat juga berdevosi kepada Bunda Maria dengan menyampaikan wujud-wujud doa pribadi atau intensi yang sudah ditulis di kertas lalu dibakar di tempat khusus, yaitu samping Goa Maria. Selesai Jalan Salib, kami langsung menyerbu minuman. Karena kehausan, dalam waktu singkat air dingin satu tangki ludes…. Acara kemudian diteruskan dengan makan siang.
Perjalanan dilanjutkan ke Goa Maria Carmel di Lembang. Di sana kami juga berdoa dan berdevosi. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Bandung untuk shopping.

Apresiasi untuk Umat
Dalam perjalanan pulang, dalam bus, kami mengadakan acara apresiasi untuk umat yang ikut terlibat dalam kegiatan lomba baca Kitab Suci di Paroki. Pembaca pasti ingat, masing-masing Lingkungan diminta mengirim peserta sebanyak dua orang. Nah, Lingkungan St. Maria Immaculata diwakili oleh Adriana Juwita untuk kategori remaja. Sementara itu, Bapak Emmanuel Liping mewakili kami untuk kategori Dewasa.

Berkat kasih Tuhan Yesus Kristus kedua wakil dari Lingkungan St. Maria Immaculata dinyatakan sebagai pemenang ke-1 (untuk remaja) dan pemenang ke-3 (untuk dewasa). Perjalanan pulang dalam bus lalu dimanfaatkan untuk memberikan ungkapan terima kasih dan penghargaan dari lingkungan kepada mereka. Wujudnya berupa kado kecil dan hadiah ikut ziarah gratis.

Wilayah St. Maria pun mendapat juara 2 dalam lomba koor antarwilayah. Ungkapan terima kasih tak lupa diberikan kepada Yuliana. Ia dirigen koor kami yang juga aktif di mudika.

Setelah itu, selama perjalanan pulang, di bus tidak ada yang tidur. Ada kuis berhadiah dengan pertanyaan seputar kegiatan Lingkungan, Wilayah dan Paroki.
Tujuan semua kegiatan ini adalah mengakrabkan umat satu dengan lainnya. Juga, kami ingin memberikan pelayanan yang optimum dan bermutu dengan semangat pantang menyerah berjalan...bersama...membangun Habitus Baru...untuk membangun Paroki St. Yohanes Bosco yang berdaya pikat. God Bless you!
[Donny Silvian]


Kegiatan Wilayah Lingkungan St. Maria Carmel

Kegiatan dalam Bulan Kitab Suci dan Bulan Maria

Dalam rangka merayakan Hari Peringatan Pelindung St. Maria Carmel, yang jatuh pada tanggal 16 Juli, maka kami dari Wilayah St. Maria, Lingkungan St. Maria Carmel, mengadakan ziarah bersama. Ziarah tersebut diadakan pada hari Minggu, 27 Agustus 2006. Tujuan ziarah adalah Goa Maria Kahuripan di Sukabumi.

Selain untuk berdevosi kepada Bunda Maria, ziarah kali ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan umat dalam Lingkungan. Kami senang sekali banyak keluarga yang ikut. Ayah dan ibu berangkat dengan anak-anaknya.

Awalnya, kami agak ragu untuk mengadakan acara ini. Sebabnya, Wilayah St. Maria tidak pernah diadakan ziarah per lingkungan. Kami agak khawatir, nanti akan terjadi “persaingan” antar-Lingkungan dan Wilayah menjadi tidak kompak lagi.

Syukurlah, kami mendapat kesempatan untuk konsultasi dengan Pastor Noel pada saat kunjungan keluarga. Apa kata Pastor Noel? Katanya, ia setuju dan mendukung banget acara di Lingkungan. Pastor Noel lalu menjelaskan, kita memang harus akrab dan kompak dulu di Lingkungan. Baru setelah itu, Wilayah bisa lebih aktif. Nah, setelah mendapat dukungan penuh dari Pastor Noel, kami lebih percaya diri dan giat melaksanakan ziarah ini.

Kami telah buat komitmen, bila peserta kurang dari 20 orang, maka ziarah ini akan kami batalkan. Itu berarti Tuhan belum memberi izin kami pergi. Akan tetapi...syukur, alleluya, puji Tuhan...ternyata pendaftar ada 37 orang! Bahkan ada yang mendaftar pada malam sebelum kami pergi. Walaupun akhirnya yang pergi hanya 33 orang, tetapi kami tetap senang. Kami pun tambah percaya diri, bahwa ziarah ini benar dan berkenan dalam hati Tuhan Yesus.

Nah, akhirnya kami jadi berangkat pada tanggal yang telah ditentukan (27/8) pukul 6.00 pagi. Dalam ziarah ini, kami mengundang Ketua Wilayah kami, Pak Anton, untuk ikut dan membimbing ziarah kami.
Dalam bus, di perjalanan pergi ke Goa Maria, kami berdoa malaikat Tuhan - yang langsung disambung dengan Rosario. Habis itu kamu baru sarapan pagi. Kami sampai di Goa Maria Kahuripan lebih kurang pukul 9.30 dan langsung jalan salib. Setelah itu, kami istirahat sambil menyantap “getuk” khas buatan Ibu Tresnawati cs.

Pada pukul 11.00 siang, kami mengikuti misa. Kebetulan pada hari itu, yang ikut misa hanya dua rombongan yaitu kami dan rombongan dari Paroki Ricci –Toasebio. Mereka ternyata juga rombongan Lingkungan. Oleh karena itu, umat yang ikut misa tidak terlalu banyak. Akan tetapi, suasananya cukup akrab. Kami mencari lagu misa bersama, dan membantu untuk komentator dan misdinar. Sedangkan diregen dari mereka.

Setelah selesai misa, kami makan siang dan menuju Tajur–Bogor, yaitu tempat pabrik tas. Dalam bus, di perjalanan pulang, kami membawa perasaan yang sangat damai sejahtera. Pak Anton mengharapkan agar suasana ini dijaga terus. Beberapa perserta dengan antusias langsung menanyakan, “Tahun depan kita ke mana nih?”
Akhir kata, kami menyadari bahwa ziarah kali ini masih jauh dari sempurna. Tetapi kami tahu bahwa ini sudah menuju ke sisi positif. Ini adalah rencana Tuhan untuk lingkungan kami, dan kami harus terus maju untuk melayani yang terbaik buat Tuhan.
Bravo Lingkungan St. Maria Carmel! Semoga Tuhan tetap melindungi kami. Amien….
[Siu Siu]


Ziarah Wilayah St.Hieronimus

Hari Selasa 24 Oktober 2006, pukul 05.15, di saat umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat Wilayah St. Hieronimus berkumpul di Jalan Alamanda Raya untuk melakukan perjalanan ziarah ke berbagai Gua Maria di Jawa Tengah.

Umat yang berjumlah 43 orang, yang mayoritas pergi bersama keluarganya, berangkat menggunakan satu bus. Dengan wajah berseri dan penuh semangat, semuanya berkumpul tepat waktu. Mayoritas peserta berusaha agar dapat tempat duduk di bagian depan untuk menghindari mabuk di perjalanan yang jauh ini.

Dalam ziarah ini, kami hendak mengunjungi Gua Maria Bunda Ratu - Besokor Waleri dan Gua Maria Kerep, keduanya terletak di Ambarawa. Kami juga akan mengunjungi Gua Maria Sendangsono di Yogyakarta serta Gua Maria Kaliori di Banyumas.

Setelah melewati perjalanan panjang dengan bus selama 9 jam, tak terasa waktu menunjukkan pukul 14.10. Kami tiba di Gua Maria Bunda Ratu, Besokor Waleri – Ambarawa. Di sini kami langsung ke Gua Maria untuk berdevosi pribadi, jadi waktu kami hanya sebentar.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Gua Maria Kerep – Ambarawa. Di sini, jarak tempat parkir bus ke Gua Maria cukup jauh dan jalanan agak menanjak. Ada beberapa peserta yang menggunakan jasa angkot untuk ke Gua Maria Kerep ini, ada juga yang berjalan kaki.

Setiba di tempat tujuan, kami berdevosi untuk pribadi masing-masing, dan setelah itu berkeliling melihat tempat-tempat yang sangat menarik. Di sana terdapat Taman Doa. Tempat itu didekor sedemikian rupa sehingga mirip dengan keadaan pada zaman itu. Ada taman yang diberi nama Pesta Pernikahan di Kanaan, ada juga taman bernama Taman 5 Roti dan 2 Ikan. Taman-taman ini terpelihara dan tertata sangat rapi dan indah. Oya, ada pula perahu rusak yang diletakkan di pinggir danau.

Karena hari sudah agak larut, maka umat akhirnya menginap di Rumah Retret Susteran Marsudirini, Ambarawa, yang tak terlalu jauh jaraknya dari Gua Maria Kerep. Umat disambut hangat oleh para suster yang dikepalai Suster Rosevita, OSF.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Gua Maria Sendangsono, Yogyakarta. Pukul 09.30 kami tiba di Gua Maria Sendangsono. Rombongan berpencar. Masing-masing berdoa devosi pribadi.

Sore harinya, kami tiba di Rumah Retret Kaliori, Banyumas. Nah, dari penginapan ini kami dapat berjalan kaki menuju Gua Maria Kaliori. Setelah pembagian kamar, kami mandi dan makan malam bersama. Setelah itu, mulanya kami berencana hendak berjalan kaki menuju Gua Maria dengan melalui jalan-jalan setapak yang bertangga dan banyak ranting-ranting pohon. Hanya saja, karena hari sudah malam dan sangat gelap, sedangkan beberapa di antara kami ada orang tua dan anak-anak, akhirnya panitia memutuskan untuk membatalkan acara ini. Lagi pula esok hari pun kami akan ke tempat tersebut.

Sebagai pengganti, kami berkumpul di ruang tamu yang cukup luas. Di sana, kami berdoa rosario bersama dengan ujud-ujud doa syukur dan permohonan. Setelah selesai, anak-anak bermain bersama. Anak yang kecil dan anak yang lebih besar, berbaur dan tampak sangat gembira. Satu hal yang menyenangkan! Walau mereka baru kenal dan bertemu di acara ziarah ini tapi mereka dapat bermain, bergurau, tertawa dengan riangnya, seperti layaknya satu keluarga.

Keesokan harinya, para peserta mengikuti Jalan Salib dan kemudian mengikuti misa yang dipimpin oleh Romo Dominique Tareta pada pukul 10.00. Satu hal yang unik di Gua Maria Kaliori ini, di sana terdapat Taman Rosario Hidup. Di dalam taman ini terdapat gambar-gambar ukiran setiap Peristiwa. Cuma Peristiwa Terang saja yang tidak terdapat dalam Taman Rosario Hidup ini. Mungkin pada saat taman itu dibangun, Peristiwa Terang belum ada.

Setelah selesai misa, para peserta kembali berkumpul di Taman Rosario Hidup ini untuk berdoa Rosario bersama-sama. Setelah itu peserta diberi kesempatan untuk bersiap-siap pulang ke Jakarta.
Tepat pukul 22.40, para peserta telah tiba di Sunter. Akhirnya seluruh perjalanan dapat dilalui dengan sangat menyenangkan. Terima kasih ya Tuhan.
[Yanti]


Kegiatan Wilayah St. Fransiskus Xaverius

Rally Sepeda HUT RI ke-61

Banyak cara dapat dilakukan dalam hal pewartaan. Ada cara yang bersifat formal, misalnya seminar dan pelatihan. Akan tetapi kita dapat juga melaksanakan pewartaan yang bersifat sederhana dan informal. Misalnya dengan kegiatan olahraga, bakti sosial dan rekreasi.

Kegiatan olahraga, misalnya, dapat disebut dengan kegiatan pewartaan karena kita yang terlibat di dalam kegiatan tersebut (secara langsung maupun tidak langsung) dapat mewartakan Kabar Gembira. Kita juga dapat mewujudkan citra kasih Allah dengan peran serta kita. Selain itu, dengan adanya tanggung jawab (sesuai dengan kepanitiaan), kita dapat menunjukkan dan menciptakan rasa kebersamaan, kerja sama dan pelayanan itu sendiri.

Dijiwai oleh semangat HUT 200 Tahun Keuskupan Agung Jakarta, Wilayah St. Fransiskus Xaverius yang resmi dibentuk pada awal tahun 2006 ini mencoba melaksanakan pewartaan melalui kegiatan Rally Sepeda di lingkungan setempat. Kegiatan ini melibatkan tokoh–tokoh masyarakat di RW 03, RW 04, RW 07 dan RW 09 tanpa menonjolkan ke Gereja Katolik sebagai suatu institusi tetapi lebih pada semangatnya! Sekadar tahu, keempat RW tersebut merupakan wilayah yang mencakup Wilayah St. Fransiskus Xaverius.

Untuk Menyambut Dua Ulang Tahun
Ide kegiatan Rally Sepeda ini dicetuskan oleh pengurus Wilayah St. Fransiskus Xaverius, yang ada di bawah kepemimpinan Bapak Yohanes Massora. Tepatnya, dalam rapat perencanaan program kerja tahun 2006. Sesuai dengan rencana, kegiatan Rally Sepeda ini dibuat untuk menyambut HUT 200 Tahun KAJ yang disatukan dalam peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-61. Itulah alasan kegiatan ini diadakan pada bulan Agustus 2006 (tepatnya tanggal 20).

Dalam perencanaan disepakati bahwa pengurus dan warga Katolik harus dapat menutupi segala kekurangan–kekurangan yang mungkin timbul dalam kegiatan ini. Jadi, misi pewartaan yang diemban dalam pelaksanaan kegiatan Rally Sepeda ini akan terwujud dan kegiatan terlaksana dengan baik.

Dihadiri Ketua RW sampai Pastor
Kegiatan Rally Sepeda ini dipersiapkan oleh 62 orang panitia yang dibentuk dari tokoh – tokoh masyarakat di keempat RW dan warga Katolik Wilayah St. Fransiskus Xaverius. Jumlah warga Katolik yang terlibat dalam kepanitiaan ini sebanyak 24 orang.
Peserta yang terdaftar sebanyak 273 orang (sebenarnya, target panitia adalah 300 orang). Acara ini dihadiri oleh Bapak Lurah Sunter Jaya, Ketua RW 03, Ketua RW 04, Ketua RW 07, Ketua RW 09, Ketua Wilayah St. Fransiskus Xaverius, dan Pastor Lino, SDB selaku tuan rumah.

Dana dan Rute 5 KM
Untuk kegiatan Rally Sepeda ini, panitia mengeluarkan dana Rp 15.674.200,-. Dana sebesar itu dikeluarkan antara lain untuk pengadaan kaos panitia dan peserta Rally, konsumsi, perlengkapan, dan publikasi. Dana terbanyak dikeluarkan untuk menyediakan hadiah dan doorprize. Panitia juga mengeluarkan dana untuk P3K, serta honor MC, keamanan dan sekretariat.

Sumber dana didapat dari Dewan Paroki, donatur di lingkungan Gereja dan perusahaan–perusahaan di wilayah RW 09.
Para peserta berlomba dengan rute yang ditetapkan panitia. Perlombaan dimulai (start) dari Wisma Salesian Don Bosco – Ruko Sunter Indah – Gereja St. Yohanes Bosco – Jaya Mix – Danau Sunter Indah – Wisma Salesian Don Bosco. Rute itu panjangnya kurang lebih 5 kilometer.

Ingin Tingkat Kelurahan
Biarpun sudah dipersiapkan dengan baik, jauh-jauh hari pula, kendala masih tetap ada. Misalnya, masih rendahnya kualitas SDM dari sebagian panitia. Ritme kerja mereka lambat, tidak sesuai dengan jadwal kegiatan. Ada juga yang tidak memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam panitia, juga mengharapkan imbalan atas aktivitas yang dilakukan. Pendek kata, mereka kurang menyadari adanya misi pewartaan dalam kegiatan ini.

Secara umum kegiatan Rally Sepeda ini berjalan dengan baik. Masyarakat, pengurus RW dan Bapak Lurah sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan Bapak Lurah saja mengharapkan, perlombaan seperti ini tidak hanya diadakan di empat RW saja, kalau bisa sampai tingkat kelurahan!
[Panitia Rally Sepeda]

 
 
       

   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org