Seksi Liturgi
 

Wajah Baru Seksi Liturgi

Terhitung sejak tanggal 8 Mei 2007, Paroki St. Yohanes Bosco telah memiliki Seksi Liturgi yang baru. Pelantikan dilaksanakan dalam Misa Syukur 200 Tahun KAJ.

Seksi Liturgi yang baru terdiri dari 3 orang: Bapak Fredericus Suban, Bapak Richardus
Widisardjoko, dan Bapak Liping. Bosconian mewawancarai mereka secara terpisah di rumah mereka masing-masing. Demikian petikannya:


Bosconian (B): Selamat Pak, atas tugas baru ini. Bagaimana perasaan Bapak saat mengetahui harus mengemban tugas sebagai Sie Liturgi St. Yohanes Bosco?

Fredericus Suban (FS): Saat St. Yohanes Bosco masih berstatus Stasi, saya sempat menjadi asisten pak Bambang. Jadi saya tidak merasa asing dengan tugas sebagai sie liturgi ini.

Richardus Widisardjoko (RW): Biasa saja. Karena sekarang kami bertiga sebagai seksi liturgi, saya yakin tugas yang ada akan menjadi lebih ringan.

Liping (L): Gembira sekali. Saya tidak menyangka. Karena sebelumnya, bidang yang saya tangani adalah pelatihan Tablo Jalan Salib.

B: Sebagai Sie Liturgi yang baru, hal-hal apakah yang sudah dilakukan dan dipersiapkan?

FS: Sejauh ini kami hanya meneruskan apa yang telah dilakukan dan dipersiapkan Pak Bambang. Di samping itu, kami sedang merencanakan pembentukan Sub Seksi Pasdior (paduan suara, dirigen dan organis). Selain itu, kami merencanakan pembentukan paduan suara Mudika Paroki, yang nantinya ditujukan ke pembentukan misa bergaya Mudika (misalnya lagu-lagu yang lebih bersemangat, persembahan dengan diiringi tarian, atau homili yang dibawakan dengan drama).

RW: Sejauh ini kami hanya meneruskan yang sudah ada. Karena ini sifatnya adalah pelayanan, maka kita tergantung kepada hal-hal yang lebih dibutuhkan. Sebenarnya kami sangat berharap paroki St. Yohanes Bosco dapat benar-benar mencerminkan diri sebagai paroki kaum muda. Kami ingin kaum muda bisa lebih berperan dalam Liturgi, dan kami sedang mempersiapkan hal itu dalam misa Minggu sore yang ditujukan untuk kaum muda!

L: Kami sudah mengadakan bimbingan terpadu Lektor-Lektris. Kami juga mempersiapkan agar bimbingan terpadu ini bisa menjadi agenda rutin di paroki.


B: Apa harapan Bapak untuk Liturgi?

FS: Kami sangat menginginkan misa di gereja kita tepat waktu. Umat tidak ada lagi yang hadir terlambat. Tidak ada lagi bunyi handphone di saat misa. Memang membuat perubahan itu sulit, tapi kami akan sangat berupaya untuk itu. Himbauan ini akan kami sampaikan secara ringan melalui Sangkakala, Bosconian, serta penyampaian melalui Lingkungan dan Wilayah.

RW: Saat ini saya merasa hal-hal yang ada sudah baik. Kita hanya perlu meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Bambang.

L: Kami berharap umat lebih tertib melaksanakan tata cara untuk beribadat. Juga untuk basis Lingkungan atau Wilayah, kami ingin umat lebih meningkatkan aktivitas. Dan yang terpenting, umat mampu mampu menyadari bahwa umat adalah bagian dari Liturgi.

B: Menurut Bapak, seberapa besar peranan dan tanggung jawab sebuah Sie Liturgi terhadap parokinya?

FS: Jika kita bicara secara kuantitas, tentu besar. Tentunya, tanpa bermaksud mengecilkan seksi-seksi yang lain. Karena setiap hari kegiatan Liturgi tidak pernah berhenti.

RW: Besar sekali. Liturgi adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari Gereja. Seksi Liturgi itu tidak bisa dihapus atau digantikan oleh seksi lainnya.

L: Sangat penting. Sie Liturgi mampu membangun konsolidasi umat dalam beribadat. Liturgi ini sendiri menjadi pusat dari Gereja. Sangat disayangkan, terkadang umat kurang menyadari hal itu.

B: Setelah posisi ini ditinggalkan oleh Pak Bambang Purwo, posisi Sie Liturgi sempat diisi oleh Bapak Ignatius Wiyana. Tetapi mengapa beliau tidak termasuk dalam susunan Sie Liturgi yang baru ini?

FS, RW, L: Tidak bisa begitu. Bapak Ignatius Wiyana adalah anggota Dewan Paroki Harian. Beliau juga Ketua Bidang Peribadatan, bidang yang membawahi Sie Liturgi. Jadi, bisa dibilang ia bertugas sebagai pembina bagi Sie Liturgi. Tugasnya, termasuk mencari penganti dan merekomendasikan para calon Sie Liturgi yang baru.

B: Sebelumnya, jabatan Sie Liturgi hanya dipegang seorang diri oleh Bapak Bambang Purwo. Apakah saat ini tugas Sie Liturgi bertambah banyak dan besar, sehingga menyertakan sampai tiga orang di dalamnya?

FS: Sebaiknya memang tidak hanya satu orang. Ingat, kegiatan Liturgi selalu ada setiap hari dan kami ingin itu lebih terpantau. Dan tentunya kami berupaya agar pelayanan itu sendiri tidak mengganggu waktu utama atau waktu pribadi. (pekerjaan/keluarga). Pak Bambang sendiri sebenarnya sangat menginginkan banyak tenaga yang membantu. Tetapi mungkin tidak mudah menemukan orang yang benar-benar mengerti tentang Liturgi sekaligus berkomitmen pada saat itu.

RW: Sebenarnya, tugasnya sama saja. Tetapi yang membedakan adalah sosok Pak Bambang, yang sangat luar biasa. Kalau saya yang biasa-biasa ini, tentunya tidak bisa mengatasi tugas ini sendiri.

L: Tentu saja terlalu berat untuk diatasi satu orang. Pastinya umat paroki mengharapkan hasil kerja yang lebih baik, dengan perubahan menjadi tiga orang.

B: Terima kasih atas waktunya Pak, dan selamat bertugas!

 
 
       

   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org