Pastor Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto, SDB

Terakhir diperbaharui: 18 June 2018

Pastor Boedi, demikian panggilan umat kepada pastor kepala Paroki yang mulai bertugas menjadi gembala Paroki dari 31 Mei 2014 sampai saat ini.  Sebelumnya Pastor Boedi yang mempunyai abbreviasi nama dari umat “PB” menjabat sebagai Delegatus Provincial Salesian Don Bosco (SDB) Indonesia selama tiga tahun (2010-2013).  Beliau juga pernah bertugas sebagai Ekonom Provincial Indonesia – Timor Leste (2006 – 2010), Rektor Komunitas Pembinaan Skolastikat maupun Pra-Novisiat sekaligus Balai Latihan Kerja (BLK) di Tigaraksa.

Pastor Boedi menyelesaikan study Sarjana Elektro di Universitas Indonesia pada tahun 1988 dan langsung bergabung sebagai Postulan di Timor Leste, kemudian menyelesaikan kuliah Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta (1991-1993), menyelesaikan kuliah Theologi di Don Bosco Center of Studies, Manila (1993-1997).  Pastor Boedi merupakan salah satu imam asli Indonesia yang pertama ditahbiskan bagi Kongregasi SDB Indonesia bersama Pastor Andre Delimarta, SDB pada 15 April 1997 di Paroki St. Lukas-Sunter oleh YM Kardinal Yulius Darmaatmadja, SJ.

Sosok energik, selalu tersenyum, tenang, santun, disiplin, teliti dan tepat waktu ini lahir di Pemalang Jawa Tengah, 14 Desember 1965 dari orang tua (Alm.) Soebagyo Soerjonoto & Theresia Setianingsih, bersekolah dari SD sampai SMU di Pemalang dengan prestasi gemilang, mempunyai banyak hobbyantara lain berolah raga, nonton, jalan-jalan, musik, bernyanyi ini mendapat panggilan menjadi seorang imam saat menjelang akhir kuliah dan beliau memilih Kongregasi SDB melalui bimbingan seorang imam saat mengikuti retret yang melihat sosok anak muda ini sangat tergerak untuk melayani pendidikan orang muda.

Sebagai gembala, Pastor Boedi mempunyai pengharapan bahwa umat Paroki menjadi semakin bergairah hidup dalam iman sebagai seorang Katolik, dalam relasi persaudaraan, semangat kekeluargaan, melimpah dalam buah-buah cinta kasih di antara umat dan dengan masyarakat sekitar. Dan sebagai seorang Salesian mau supaya orang-orang muda di Paroki sungguh hidup dengan banyak kegiatan kebersamaan yang positif, mengembangkan bakat-bakatnya, bertumbuh dalam iman, menjadi warganegara yang jujur dan orang Katolik yang baik, sertaberpengharapan makin banyak dari mereka yang mau menjawab panggilan Tuhan sebagai biarawati, biarawan dan imam.  Wajah Yesus dalam Paroki tercermin sebagai “Gembala yang Baik”, mencari yang hilang, membalut yang terluka, menguatkan yang lemah dan terus memelihara dan mendewasakan yang ada.