SEJARAH PAROKI SANTO YOHANES BOSCO

Pada mulanya, sebelum tahun 1980, umat Katolik di wilayah Sunter dan sekitarnya, menginduk pada dua Paroki, yaitu Paroki Katedral dan Paroki St. Alfonsus Rodrigues - Pademangan. Kemudian setelah berusaha sekitar sepuluh tahunan, akhirnya umat Katolik di Sunter dapat memiliki Paroki sendiri yang diresmikan tahun 1989 di wilayah Sunter Utara [Sunter Agung] oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr Leo Sukoto, SJ dengan nama Paroki Santo Lukas, dan gembala dari Ordo OFM Conventual.

Perkembangan umat katolik yang semakin banyak dari tahun ke tahun, membuat gedung Gereja Santo Lukas yang selesai dibangun tahun 1993, tidak lagi memadai untuk menampung umat yang terus bertambah. Sehingga, sebagian umat di Sunter Selatan mulai mempergunakan Kapel di Wisma Salesian Don Bosco untuk melaksanakan ibadatnya karena jarak yang lebih dekat, dan menjadi embrio terbentuknya Paroki St. Yohanes Bosco.

Berikut ini adalah kronologis kejadian-kejadian penting selama proses terbentuknya Paroki St. Yohanes Bosco.

PERSIAPAN TERBENTUKNYA STASI

  • 13-Aug-1993, tanah calon gereja di Sunter Selatan [St. Yohanes Bosco], Jl. Taman Sunter Indah Blok A-3, no. 14-20, Jakarta seluas 5.390 m2, tersedia dan berasal dari sumbangan Bapak Trihatma Kusuma Haliman.
  • 21-Dec-1993, proposal Gereja St. Yohanes Bosco diajukan oleh para tokoh umat di Sunter Selatan kepada Keuskupan Agung Jakarta.
  • 29-May-1994, Panitia Pembangunan Gereja Sunter Selatan [PPGSS] secara resmi diangkat oleh Dewan Paroki St. Lukas dengan tugas untuk melaksanakan segala sesuatu sehubungan dengan pembangunan gedung gereja dan komplek pastoral di Sunter Selatan, Jakarta. Sebagian anggota PPGSS ini adalah anggota dari Pantia Pembangunan Gereja St. Lukas yang sudah bekerja sejak tahun 1984 (!).
  • 09-Dec-1994, kegiatan mencari dana pembangunan gereja yang pertama kali dilakukan melalui Malam Dana 'Golden Memories Nite' di Gedung Hailai International Executive Club - Ancol.
  • Tahun 1995, semakin banyak umat di Sunter Selatan yang semakin terbiasa menggunakan Kapel di Wisma Salesian Don Bosco sebagai tempat ibadat Misa Mingguan karena jarak yang lebih dekat, dibandingkan dengan ke Gereja St. Lukas.
  • 1995 - 1997, masa kegiatan mencari dana yang kedua, dilakukan melalui 'Arisan Berhadiah'
  • 1996, kegiatan mencari dana yang ketiga, dilakukan melalui 'Kupon Sumbangan Berhadiah'
  • 1997 - 1998, kegiatan mencari dana di 'istirahat'kan karena adanya krisis moneter yang berkepanjangan.
  • 15-Jan-1999, sebagian dana yang terkumpul digunakan untuk membeli tanah seluas 760 m2 [Blok A-3 no. 21], yang akan dipergunakan sebagai halaman parkir.
  • 07-Apr-1999, pembelian sebidang tanah lagi seluas 660 m2 [Blok A-3/13], juga untuk halaman parkir. Dengan demikian, luas tanah komplek gereja menjadi 6,810 m2.
  • 10-Aug-1999, setelah berjuang keras selama lima tahun lebih, akhirnya IMB [Izin Mendirikan Bangunan] kompleks Gereja St. Yohanes Bosco diperoleh dari Pemda DKI Jaya.
  • 14-Oct-1999, Design Arsitektur Komplek Gereja St. Yohanes Bosco yang dibuat oleh PT Han Awal & Partner, disetujui oleh Keuskupan Agung Jakarta.
  • 30-Jan-2000, Pemberkatan Tanah dan Peletakan Batu Pertama Kompleks Gereja St. Yohanes Bosco dilakukan oleh Pastor Roy Djakarya, Pr sebagai Ketua Komisi Pembangunan - Keuskupan Agung Jakarta.
  • Feb s/d Apr-2000, masa pekerjaan tiang pancang oleh PT Hammer Sakti.
  • April 2000, Bulletin bulanan INFO terbit sebagai media informasi kepada umat kegiatan yang dilakukan PPGSS, termasuk memuat daftar nama para donatur.
  • May-2000 s/d Jan-2001, masa pembangunan Gedung Paroki, dikerjakan oleh PT Kwinto Viratus, sedangkan [pengawas] Construction Management dikerjakan oleh PT Jasa Ferrie & Partner.
  • Jul-2000 s/d Jan-2003, masa kegiatan mencari dana dengan memberikan souvenir patung Don Bosco bagi para donatur.
  • 10-Oct-2000, Uskup Agung Jakarta mengangkat Pastor Noel Villafuerte, SDB sebagai Pastor Pembantu Paroki St. Lukas dengan tugas utama mempersiapkan terbentuknya Paroki baru, yakni Paroki St. Yohanes Bosco

STASI ST. YOHANES BOSCO

  • 31-Jan-2001, Pemberkatan dan Peresmian Gedung Paroki St. Yohanes Bosco oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ didampingi oleh Pastor Salvatore Sabato, OFM Conv sebagai Pastor Kepala Paroki St. Lukas, dan Pastor Jose Carbonell, SDB sebagai Pastor Delegatus Salesian. Pada hari ini, Stasi St. Yohanes Bosco diresmikan dengan pelantikan para pengurus Dewan Stasi oleh Pastor Paroki St. Lukas di dalam Misa.
  • Tahun 2001, masa dimulainya kegiatan Dewan Stasi Pleno. Semua pihak [Dewan Stasi Harian, Seksi, Wilayah & Lingkungan] sangat bersemangat menjalankan kegiatan gerejani di Stasi. Perayaan Ekaristi dilaksanakan di Aula Gedung Paroki dengan kapasitas 400 tempat duduk. Misa Mingguan diadakan dua kali, yakni Sabtu jam 18:30 dan Minggu jam 07:30, sedangkan misa harian jam 18:00.
  • 18-Mar-2001, Mingguan Sangkakala sebagai media komunikasi dan informasi Stasi Don Bosco, terbit untuk yang pertama kalinya.
  • Mei - Dec 2001, masa pembangunan gedung Pastoran yang dikerjakan oleh PT Bangun Kharisma Prima, sedangkan [pengawas] Construction Mangement dikerjakan oleh PT Jasa Ferrie & Partner.
  • Aug-2001, Kartu Dana yang sempat dihentikan sebelumnya, mulai diedarkan kembali kepada umat melalui para Ketua Lingkungan. Hasil dari Kartu Dana ini setiap bulan dilaporkan melalui Bulletin INFO. Kartu Dana ini secara resmi berakhir pada bulan Jan-2003.
  • Aug-2001, jadwal Perayaan Ekaristi ditambah dengan Misa minggu sore jam 18:30.
  • 31-Jan-2002, Pemberkatan Gedung Pastoran dan Goa Maria, oleh Pastor Antonius Saragih, OFM Conv. sebagai Pastor Kepala Paroki St. Lukas dan Pastor Andrew Wong, SDB sebagai Pastor Provinsial SDB di Indonesia.
  • Feb s/d Dec-2002, masa pembangunan gedung gereja oleh PT Bangun Kharisma Prima, sedangkan [pengawas] Construction Mangement dikerjakan oleh PT Forum Lima Kreasi.
  • Tahun 2002, masa persiapan Stasi Don Bosco berubah menjadi Paroki.
  • May s/d Sep-2002, kegiatan mencari dana untuk penyelesaian pembangunan gedung gereja, melalui penjualan 'Kavling Gereja' secara simbolis

PAROKI ST. YOHANES BOSCO

  • 31-Jan-2003, pada misa Pemberkatan dan Peresmian Gedung Gereja, sekaligus telah diresmikan "Paroki St. Yohanes Bosco - Danau Sunter" sebagai Paroki ke 54 di KAJ oleh Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ
  • 01-Feb-2003, Perayaan Ekaristi mulai dilaksanakan di Gedung Gereja dan jadwal misa dirubah dan ditambah menjadi :
    Misa Harian : jam 06:00 & 18:00;
    Misa Mingguan : Sabtu jam 18:00; Minggu jam 06:00; 08:00 & 18:00
    Misa bahasa Inggris : Minggu jam 10:30


  Komunitas Salesian
Don Bosco di Indonesia


Komunitas Susteran
FMA di Indonesia


Sejarah Paroki

Visi dan Misi

Gembala Umat


Pengurus Dewan Paroki

(M Excel 229KB)

Data Statistik Umat
       
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org