RENUNGAN MINGGUAN
Renungan Mingguan | Bacaan Harian
 
Cermin
 
Santo Yakobus memberikan kita satu usulan ketika ia berkata: “.....amatilah mukamu yang sebenarnya di depan cermin”, (1 Yak 1, 23).
Mengapa ia mengatakan hal ini? Karena ketika kita melihat diri kita sendiri dalam cermin, kita dapat temukan kotoran atau luka atau belas luka atau jerawat yang tidak kita sukai kalau memandangnya lebih lama. Lalu kita berusaha menghilangkannya supaya nantinya wajah kita nampak lebih baik. Setiap pria yang mencukur dan setiap wanita yang menyisir rambut harus memakai sebuah cermin untuk melakukannya.

Hal ini adalah unsur pertama. Tetapi St. Yakobus juga sebenarnya punya pemikiran lain. Ia ingin supaya kita melihat di dalam cermin, tidak untuk melihat wajah kita, tetapi melihat jiwa kita. Ia menginginkan kita untuk melihat pada diri kita dan bertanya seperti ini: “Saya ini orangnya seperti apa? Apakah saja yang saya pikirkan dan kehendaki? Apakah saya masih suka bohong dan mencuri? Apakah saya mudah dan rela untuk mengampuni orang lain yang bersalah pada saya? Apakah saya berdoa teratur dan setiap hari?”

Cermin, meskipun yang telah pecah, memiliki suatu manfaat yang lain. Seperti apa? Ada satu cerita singkat begini: ada seorang anak laki-laki yang menemukan sebuah pecahan cermin di jalan. Ia mengambil pecahan cermin yang kecil itu dan memasukkannya di dalam sakunya. Ia selalu membawa pecahan cermin kecil itu ke mana saja ia pergi dan mulai membuat satu permainan dengan pecahan cermin itu. Setiap kali ia berjalan di hari yang cerah dengan cahaya matahari yang tak terhalangi awan dan hendak menuju ke sebuah rumah dengan jendela terbuka, ia mengeluarkan cermin kecilnya, menangkap sinar matahari dengannya lalu memancarkan sinar itu kedalam sudut rumah yang paling gelap.

Anak itu kini sudah besar dan menjadi dewasa. Tetapi ia masih terus membawa pecahan kecil cermin itu karena cermin itu memberinya suatu inspirasi dalam hidup. Ketika ia bercerita tentang itu ia berkata, “Cermin kecil itu mengingatkan saya akan pekerjaan dalam hidup saya yang harus bersinar dengan pancarannya masuk ke dalam kehidupan orang-orang di sekitar saya, khususnya ketika saya melihat melalui jendela-jendela mereka yang terbuka ada kegelapan di dalamnya.”

Kita dapat melakukan sekarang juga dengan mulai bercermin diri, tidak perlu menunggu hingga besok. Kita tidak memakai pecahan cermin kecil itu untuk melakukannya. Kehendak dan nurani kita yang bersih membantu kita untuk bercermin diri dengan lebih baik. (P.Peter Tukan, SDB)

 
Download:
Edisi 2003 (825 KB)
Edisi 2004 (796 KB)
Edisi 2005-2006 (355 KB)
 
       
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org