RENUNGAN MINGGUAN
Renungan Mingguan | Bacaan Harian
 
Gembira
 
Hari Minggu ke-3 Adven selalu dipandang dan dihayati sebagai Minggu Gaudete, Minggu Bersuka citalah dan bergembiralah. Mengapa? Karena Kristus membawa suka cita dan kegembiraan kepada dunia, dan kita semua yang percaya dibawa kepada Kristus. Suka cita dan kegembiraan yang dibawa Kristus itu merupakan mekarnya cinta, dan kita semua percaya bahwa agama Kristen memang dihidupi oleh kasih Tuhan. Di dalam bacaan-bacaan suci pada hari Minggu ini dan di dalam Gereja itu sendiri kita mendapat kewajiban untuk membangun dan menyebarkan suka cita.

Beberapa kali di dalam Injil Yesus membandingkan surga atau Kerajaan Allah dengan sebuah perjamuan nikah. Bagi orang Yahudi, sebuah pesta nikah berlangsung selama satu minggu dan suasananya dipenuhi dengan musik, suka cita dan tawa-ria. Nabi Yesaya di dalam Perjanjian Lama menampilkan semangat suka cita ini dengan berkata: “Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalam Allahku”, kata-kata yang dinyatakan kembali oleh Perawan Maria dari Nasaret pada saat menyanyikan pujian kepada Allah. Rasul Paulus juga tidak jauh dari perasaan ini ketika memberikan dorongan kepada jemaat di Tesalonika untuk bersuka cita. Suka cita yang begitu berkobar terjadi pada Yohanes Pembaptis ketika memperkenalkan Yesus kepada publik yang ternyata tidak mengenalNya. Semua kejadian di dalam kitab suci ini sungguh menunjukkan bahwa suka cita dan kegembiraan itu mestinya muncul bahkan dalam suasana hidup yang mungkin sulit dan berat. Dan yang terutama ialah bahwa Tuhan tak pernah berhenti meminta kita untuk bersuka cita, bergembira dan menikmati kebahagiaan.

Agama kita, Kristen, tidak didirikan oleh Yesus di atas iman para rasul untuk menjadi agama bagi hal-hal negatif, penuh dengan tabu, penitensi, dan wajah-wajah anggotanya yang tidak menyambut atau sedih. TIDAK! Kristianitas itu pertama-tama ialah kegembiraan, suka cita. Karena itu di dalam kalender liturgi kita, hari yang paling penting adalah bukan kesedihan dan perkabungan Jumat Agung tetapi kemenangan suka cita Minggu Paskah.

Di dalam Kristianitas penekanan perhatian kita ialah Positif. Alasan utamanya ialah ini: Kristus lahir dan hidup bersama kita. Meskipun Ia menderita dan wafat, tetapi Ia bangkit – demikian juga kita. Yesus menang – demikian juga kita. Kita merayakan semuanya itu dengan semangat alleluya, musik, lagu dan pesta. Kiranya hidup kita tidak menampakkan kegembiraan dan suka cita hanya pada hari-hari besar untuk mengenangkan peristiwa-peristiwa Tuhan kita, tetapi setiap saat di dunia ini. Karena kita mesti mengakui bahwa setiap orang ingin untuk bahagia, selalu dan senantiasa.

Berikut ini ada beberapa kutipan dari buku Pastor Frank Mihalic, SVD: A THOUGHT FOR TODAY, tentang pemikiran-pemikiran yang dapat membantu kita menghayati setiap hari hidup kita dengan suka cita dan kegembiraan.

“Cara yang pasti untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia ini datang dari kehilangan diri sendiri karena sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.”
“Hidup bahagia selalu, bergantung pada apa yang engkau perjuangkan atau kejar dalam hidup ini.”
“Orang yang membawa sinar mentari ke dalam hidup orang lain, tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri.”
“Cara yang pasti untuk mengalami kemajuan dalam keutamaan ialah selalu berada dalam suasana gembira.”
“Jika engkau tidak memiliki suka cita dan kegembiraan dalam agamamu, ada bocor pada satu atau lebih bagian kehidupan Kristianimu.”
“Seperti radio, kita harus memainkan musik di dalam hidup kita meskipun kita sedang bekerja.”
“Pria dan wanita bijaksana dalam setiap kebudayaan sepanjang sejarah telah mempertahankan bahwa rahasia kebahagiaan adalah bukan pada mengambil lebih, tetapi pada menginginkan sedikit.”
“Bukanlah posisi atau jabatanmu yang membuatmu bahagia atau tidak bahagia; melainkan sikap hidupmu.”
“Di dalam Kitab Suci: ‘Kebahagiaan’ disebutkan 24 kali; ‘Bahagia’ disebutkan 93 kali, di antaranya ada 26 kali di dalam Mazmur; ‘Kegembiraan’ tercatat 219 kali; ‘Sukacita’ disebutkan 20 kali; ‘Penuh suka cita’ sebanyak 22 kali.”
“Di dalam Kisah Para Rasul 20, 35 Yesus dikutip tantang perkataanNya pada suatu ketika: ‘Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.’ ”

Orang yang merasa yakin dan berusaha hidup dengan disemangati oleh semua pernyataan di atas pasti akan menjadi pengikut Kristus yang bahagia. (P.Peter Tukan)

 
Download:
Edisi 2003 (825 KB)
Edisi 2004 (796 KB)
Edisi 2005-2006 (355 KB)
Edisi 2007-2008 (639 KB)
 
       
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org