Santa Anna
St. Agatha | St. Rosa | St. Andreas | St. Albertus

Pelindung Lingkungan
Santo Albertus

Santo Albertus Agung [Magnus], Uskup dan Pujangga Gereja. Lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman tahun 1206, wafat di Koln, Jerman tahun 1280. Pelindung kaum ilmiawan dan mahasiswa. Pesta : 15 Nopember

Santo Albertus sejak kecil menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya. Pengalaman ini nantinya menjadi bahan tulisannya yang berhubungan dengan Ilmu Alam dan Ilmu Tumbuh-tumbuhan.
Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Padua, kemudian hidup membiara dalam Ordo Dominikan yang kemudian mengirim Albertus ke Koln untuk mengajar rekan-rekannya di semua biara Dominikan di kota itu selama hampir 10 tahun.

Karena kesalehan hidupnya dan pengetahuannya yang luar biasa luas dan mendalam, ia semakin terkenal. Albertus kemudian diangkat sebagai mahaguru di Universitas Koln. Murid-muridnya yang terkenal antara lain Thomas Aquinas, yang kemudian dinyatakan juga sebagai ‘kudus’ dan dihormati sebagai Sarjana Gereja seperti dirinya.
Selanjutnya ia mengajar sebagai maha guru di Universitas Paris. Disini ia menulis banyak buku yang membuatnya semakin terkenal diseluruh Eropa.

Pada tahun 1256 ia menjabat sebagai administrator di Curia Roma. Ia berhasil membela masalah-masalah yang menyangkut aturan hidup membiara dari Santo Dominikus dan Fransiskus terhadap serangan William. Karena hasil pembelaannya sangat brilian, maka Paus Aleksander IV (1254-1261) mengangkatnya menjadi uskup di kota Regensburg.

Tahun 1262, setelah menyelesaikan masalah-masalah penting di dalam keuskupannya, ia mengajukan permohonan pengunduran diri. Lalu ia pulang melanjutkan tulisan-tulisannya sambil menjadi uskup pembantu dan mahaguru. Albertus kemudian mengadakan perjalanan pastoral keseluruh Jerman dan Bohemia, lalu ke Timur Tengah dan Tanah Suci. Pada tahun 1247, ia mengkuti Konsili Lyons.

Albertus dikenal rendah hati dan suci hidupnya. Ia menaruh devosi yang besar kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus dan kepada Bunda Maria. Semua itu tampak jelas di dalam syair-syair dan lagu-lagu yang digubahnya di dalam 50 buah buku yang ditulisnya. Ketika mengikuti Konsili Lyons itu, ia tidak lupa mengenang muridnya Santo Thomas Aquinas. Ia merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Thomas.

Setelah ia mengadakan pembelaan terakhir terhadap ajaran-ajaran Thomas Aquinas, ia meninggal dunia pada tanggal 15 Nopember 1280 dalam usia 87 tahun. Kesucian hidupnya didukung dengan banyak mukjizat. ***




  Paroki

Susteran Salesian FMA &
Aula Paroki


Putra Altar &
Savio's Friends Club


Putri Sakristi

Perpustakaan

Toko Buku


Ruang Rapat

Wilayah dan Lingkungan
  St. Servasius
  St. Fransiskus Xaverius
  St. Christophorus
  St. Hieronimus
  St. Anna
  St. Yoakim
  St. Maria
  Regina Pacis
       
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org