Santo
Christophorus
St.
Markus | St.
Tarsisius | St.
Mikael | St.
Kanisius
Pelindung Lingkungan
Santo Markus
Santo
Markus, Pengarang Injil, pembantu rasul Petrus, Paulus dan
Barnabas. Santo Markus dihormati sebagai pelindung sekretaris
dan notaris. Pesta : 25 April
Markus, Pengarang Injil berasal dari Yerusalem. Rumahnya
biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan umat Kristen.
Ketika Petrus dipenjarakan, banyak sekali orang Kristen berkumpul
di sana dan berdoa bagi keselamatan Petrus. Setelah dibebaskan
malaekat, Petrus pergi menemui umat di rumah Markus.
Semasa mudanya, Markus telah bertemu dengan Yesus, tetapi
tidak menjadi seorang murid-Nya. Dalam Injilnya, Markus menceritakan
bahwa ketika Yesus ditangkap dan digiring ke hadapan Mahkamah
Agung, seorang anak muda mengikuti-Nya dari belakang. Para
serdadu hendak menangkap orang muda itu, tetapi dengan cepat
pemuda itu meloloskan dirinya. Besar kemungkinan bahwa orang
muda itu adalah Markus sendiri, karena peristiwa ini hanya
terdapat dalam Injil Markus saja.
Markus ini disebut juga Yohanes Markus. Ia adalah keponakan
Barnabas. Ia dinobatkan dan dipermandikan oleh Petrus. Markus
menemani Paulus dan Barnabas dalam beberapa perjalanan. Misal
: perjalanan pertama ke Antiokia (Kis 12:25) dan kemudian
ke Siprus (Kis 13:4, 5). Karena beberapa alasan, Markus kembali
ke Yerusalem (Kis 13:13). Ketika mereka mau melakukan perjalanan
kedua, Barnabas mendesak agar Markus pun ikut serta, namun
Paulus menolak hal itu sehingga terjadilah perpecahan antara
Paulus dan Barnabas. Lalu Paulus pergi ke Asia Kecil ditemani
oleh Silas sedangkan Barnabas bersama Markus pergi ke Siprus.
Dari permohonan Paulus kepada Timotius agar Markus mengunjunginya
di penjara, dapatlah kita tahu bahwa Paulus sangat membutuhkan
Markus.
Dalam suratnya yang pertama, Petrus mengirim salam dari Roma,
“Anakku, Markus” (1 Petr 5:13). Hal ini memberikan
kepastian bahwa Markus juga adalah rekan atau orang yang dekat
dengan Petrus.
Di Roma, Markus menjadi pembantu Petrus. Ia menjadi juru
bicara Petrus. Tentang hal ini dikatakan bahwa Markus dengan
teliti mencatat segala sesuatu yang diingatnya tentang ucapan-ucapan
Petrus kepada orang banyak. Setelah Santo Petrus dan Paulus
dibunuh oleh kaisar Nero, Markus berangkat ke Mesir dan disana
ia disebut oleh Hieronimus sebagai “Bapa para pertapa
di gurun pasir Mesir”. Kemudian ia menjadi Uskup Aleksandria
dan mati dibunuh karena Kristus. Jenazahnya kemudian dibawa
ke Venesia dan relikuinya disimpan di Basilika Santo Markus.
Lambangnya sebagai pengarang Injil ialah singa, raja gurun
pasir, yang diambil dari permulaan Injilnya yang menyinggung
gurun pasir. ***
|