Santo
Christophorus
St.
Markus | St.
Tarsisius | St.
Mikael | St.
Kanisius
Pelindung Lingkungan
Santo Mikael
Mikael,
yang berarti ‘Siapakah yang sama dengan Allah?’
adalah Malaekat Agung Allah. Dalam iman Kristen, Mikael dikenal
sebagai pembela kaum beriman menghadapi seorang musuh. Pesta
: 29 September.
Cerita klasik tentang malaekat agung Mikael umumnya bersumber
pada Kitab Wahyu Yohanes yang menggambarkan pertentangan antara
yang baik dan yang jahat. Dalam Wahyunya, Yohanes menulis
: “Mikael bersama malaekat-malaekatnya berperang melawan
naga itu dan naga itu dibantu oleh malaekat-malaekatnya, tetapi
mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat
lagi di surga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut
Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan
kebawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama malaekat-malaekatnya.”
(Why 12:7-9).
Lalu Yohanes mendengar suara nyaring di surga: “Sekaranglah
saatnya Allah menyelamatkan umatNya! Sekarang Allah sudah
menunjukkan kuasaNya sebagai Raja! Sekarang Raja Penyelamat
Yang dijanjikan-Nya itu telah menunjukkan kekuasaan-Nya! Sebab,
yang menuduh saudara-saudara kita di hadapan Allah siang dan
malam, sudah dikeluarkan dari surga. Saudara-saudara kita
sudah mengalahkan dia dengan darah Anak Domba itu, dan dengan
Sabda Allah yang mereka kabarkan. Mereka rela mengorbankan
nyawa mereka sampai mati. Sebab itu, hendaklah surga dan semua
yang tinggal di dalamnya, bersukaria! Tetapi celakalah bumi
dan laut, karena iblis sudah turun kepadamu dengan amarah
yang sangat besar. Sebab ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”
Orang Kristen yang rela mengorbankan nyawanya, sudah menang
berkat darah Kristus dan sabda Ilahi. Namun setan tetap mau
menjatuhkan manusia di hadapan Tuhan; setan tetap berusaha
menjauhkan manusia dari Tuhan, sumber hidup abadi. Mikael
adalah pembela kaum beriman dari segala serangan musuh yang
jahat. Ia tidak sombong seperti setan dan berseru kepada pemberontak
yang merasa tidak tergantung lagi kepada Sang Pencipta : "Siapakah
yang sama dengan Tuhan ?"
Sebagaimana bangsa Israel memandang Mikael sebagai pembela
dalam segala penganiayaan, godaan dan perpecahan, demikian
juga gereja. Umat Kristen mendirikan banyak gereja di atas
bukit dan gunung dengan nama Mikael. Banyak kerajaan (seperti
di Jerman), kota dan umat mempercayakan diri kepada pimpinan
malaekat Mikael yang setia kepada Tuhan.
Penghormatan kepada Mikael semakin besar setelah penampakannya
di atas Gunung Gargano, Italia pada abad ke-5, yang kemudian
didirikan sebuah gereja megah untuk menghormati Mikael. Diceritakan
juga bahwa sewaktu Roma terserang wabah, Paus Gregorius melihat
malaekat Mikael tengah menghunus pedangnya diatas makam Kaisar
Adrian, yang sekarang disebut Benteng Santo Angelo.
Orang Negro Amerika bernyanyi : ‘Michael, row the boat
ashore! Alleluia!’. Lagu ini mengingatkan tradisi tentang
Santo Mikael sebagai penerima dan pengawal jiwa orang yang
meninggal. ***
|