Santo
FRANSISKUS XAVERIUS
St.
Adrianus | St.
Hilarius | St
Martinus
Pelindung Lingkungan
Santo Adrianus
Nama : Santo Adrianus dan Santa Natalia, Martir
Pesta : 1 Desember
Suami-istri
ini mati sebagai martir pada abad ke-4 di Nikomedia pada masa
pemerintahan Kaisar Diokletianus - Licinius. Adrianus adalah
seorang perwira Romawi yang bertugas di Nikomedia. Ia belum
dipermandikan, namun sudah beriman kepada Yesus; sedangkan
isterinya, Natalia, seorang Kristen yang saleh.
Suatu ketika Adrianus diperintahkan untuk mengejar, menangkap
dan menganiaya umat Kristen. Maklumlah penguasa Romawi sangat
benci kepada umat Kristen, karena mereka tidak mau menyembah
dewa-dewa Romawi. Adrianus bingung. Ia sendiri pernah menyaksikan
penganiayaan terhadap 23 orang Kristen. Hatinya tidak tahan,
karena ia merasa seiman dengan mereka. Terdorong oleh cintanya
kepada orang-orang seiman, dengan berani ia mengatakan kepada
para serdadu Romawi lainnya: “Tangkaplah dan siksalah
aku sebab aku sendiri pun orang Kristen”. Ia rela menyerahkan
diri untuk ditangkap dan digiring ke penjara.
Mendengar peristiwa penangkapan Adrianus, Natalia datang
ke penjara untuk menemuinya. Kepada Adrianus, ia berkata:
“Adrian, engkau diberkati Allah, karena berani mengakui
imanmu di hadapan orang-orang kafir. Sesungguhnya engkau telah
menemukan harta kekayaan yang tidak diwariskan orangtuamu…”
Natalia meminta dengan sangat kepada Adrianus agar menguatkan
juga hati teman-temannya di penjara. Selain itu ia berusaha
agar Adrianus mendapat pelajaran agama dan dibaptis di dalam
penjara. Hal itu diketahui penjaga penjara, sehingga mulai
saat itu ia tidak diizinkan lagi menemui suaminya di penjara.
Namun ia tidak kehabisan akal: ia menyamar sebagai pemuda
dan berhasil menemui Adrianus di penjara. Kepadanya ia berpesan
agar berdoa untuknya bila sudah berada di surga.
Adrianus bersama orang-orang Kristen lainnya dijatuhi hukuman
mati. Pelaksanaan hukuman mati itu disaksikan Natalia. Ia
menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana anggota tubuh
suaminya dicincang. Keinginannya untuk ikut serta terjun ke
dalam bara api sungguh tak terbendung, ketika tubuh suaminya
dilemparkan ke tengah jilatan api bersama martir-martir lainnya.
Api kemudian padam karena sekonyong-konyong turun hujan lebat.
Orang-orang Kristen mengumpulkan sisa-sisa jenazahnya dan
memakamkannya dekat Argyropolis, di pantai Bosporus, Turki.
Natalia sendiri menyimpan tangan suaminya sebagai relikui
kudus. Ia tidak mau menetap di Nikomedia karena merasa terancam
oleh penguasa Romawi yang kafir. Ia memutuskan untuk tinggal
tidak jauh dari makam suaminya. Beberapa lama setelah berada
di Argyropolis, ia pun wafat dengan damai dan dimakamkan dekat
kubur Adrianus diantara para martir lainnya. Ia dimasukkan
dalam bilangan para martir karena situasi kematiannya.
Adrianus adalah martir populer waktu itu dan dijadikan pelindung
para serdadu.
Ia juga sering dimintai perlindungannya apabila ada wabah
penyakit. ***
|