Santo
FRANSISKUS XAVERIUS
St.
Adrianus | St.
Hilarius | St
Martinus
Pelindung Lingkungan
Santo Martinus
Nama : Santo Martinus (316-397), Uskup dan Pengaku Iman
Pesta : 11 November
Lambang : Seorang perwira Romawi menunggang kuda, membagi
dua mantolnya
dan memberikannya sebagian kepada seorang pengemis.
Martinus
lahir di Sabaria, Pannonia (sekarang: Szombathely, Hungaria
Barat) pada tahun 335 dan dibesarkan di Italia. Ayahnya seorang
perwira tinggi Romawi yang masih kafir. Sulpicius Severus,
pengikut dan penulis riwayat hidupnya, mengatakan bahwa Martinus
pada umur 10 tahun diam-diam mengikuti pelajaran agama Kristen
tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ayahnya sangat mengharapkan
dia menjadi perwira Romawi seperti dirinya. Oleh karena itu
pada usia 15 tahun, ia memasukkan Martinus dalam dinas militer.
Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin
tahun itu, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis malang
yang sedang kedinginan di pintu gerbang kota. Pengemis itu
mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya. Karena
ia tidak membawa uang sesen pun pada waktu itu dan tergerak
oleh belas kasihannya yang besar pada pengemis malang itu,
ia segera menghunus pedangnya dan membelah mantelnya yang
indah itu. Sebagian untuk dia dan sebagian lagi diberikan
kepada pengemis itu. Ketika memasuki kota Amiens, banyak orang
menertawakan dia karena mantelnya yang aneh itu.
Pada malam itu juga, Yesus bersama sejumlah malaikat Allah
menampakkan diri kepadanya. Dalam penglihatan itu Martinus
melihat Yesus mengenakan mantel setengah potong yang sama
dengan bagian mantel yang diberikan kepada pengemis malang
tadi. Kepada para Malaikat itu Yesus berkata: “Martin,
seorang katekumen memberikan Aku mantel ini.” Tak lama
kemudian ia dipermandikan dan segera mengajukan permohonan
pengunduran diri dari dinas ketentaraan. Kepada atasannya
ia berkata: “Saya ini tentara Kristus, karena itu saya
tidak boleh berperang.” Atasannya dan perwira-perwira
lainnya mencerca dan menuduhnya pengecut. Tetapi dengan tegas
Martinus menjawab: “Saya berani pergi berperang dan
bersedia berdiri di front terdepan tanpa membawa sepucuk senjata
pun.” Akhirnya permohonannya dikabulkan dan ia secara
resmi berhenti dari dinas militer Romawi.
Sesudah itu ia menjadi murid Santo Hilarius, Uskup Poiters.
Setelah beberapa lama dididik oleh Santo Hieronimus, ia ditahbiskan
menjadi imam dan diutus ke Illirikum, Yugoslavia untuk mewartakan
Injil di sana. Tetapi karena ia mendapat banyak tantangan
dari para penganut aliran sesat Arianisme, maka ia mengundurkan
diri dan hidup bertapa di sebuah pulau dekat pantai selatan
Prancis. Kemudian ia bergabung lagi dengan Santo Hilarius
dan mendirikan sebuah biara di Liguge, Perancis. Inilah biara
pertama di Prancis. Di dalam biara ini ia menjadi pembimbing
bagi rahib-rahib lain yang ingin mengikuti jejaknya.
Pada usia 55 tahun, ia ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Ia
tidak mempunyai istana yang istimewa, hanya sebuah bilik sederhana
di samping sakristi gereja. Bersama rahib-rahibnya, Martinus
giat mewartakan Injil. Kotbah-kotbahnya diteguhkan Tuhan dengan
banyak mujizat. Dengan berjalan kaki, naik keledai atau dengan
perahu layar ia mengunjungi semua desa di Keuskupannya. Ia
tidak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala,
dan tanpa takut-takut menentang praktek hukuman mati yang
dijatuhkan kaisar terhadap tukang-tukang sihir dan penyebar
ajaran sesat. Itulah sebabnya ia tidak disukai oleh orang-orang
Kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya:
menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan. Martinus
adalah salah seorang dari para kudus yang bukan martir. Ia
meninggal dunia di Tours (Perancis) pada tanggal 11 November
397. ***
|