Santo
FRANSISKUS XAVERIUS
St.
Adrianus | St.
Hilarius | St
Martinus
Pelindung WIlayah
Santo FRANSISKUS XAVERIUS
Tanggal
Pesta: 3 Desember
Fransiskus Xaverius lahir tanggal 7 April 1506 di Navarra,
Spanyol.
Pendidikan dasarnya berlangsung di Navarra dan dilanjutkan
di Universitas Paris. Di sini ia bersahabat dengan Ignasius
Loyola yang kemudian mempunyai pengaruh terhadap jalan hidupnya
sebagai misionaris besar dalam Sejarah Gereja.
Bersama Ignasius dan lima rekan lainnya, Fransiskus mengikrarkan
kaulnya pada tanggal 15 Agustus 1534 di Gereja Montmatre.
Upacara kaul ini menandai awal berdirinya Serikat Yesus, yang
kemudian direstui Paus Paulus III pada tahun 1540.
Fransiskus ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 24 Juni
1537. Setahun kemudian, ia bersama Ignasius berangkat ke Roma
menyelesaikan berbagai urusan yang berkaitan dengan pendirian
Serikat Yesus dan misinya.
Tanggal 16 Maret 1540, Xaverius berangkat ke Portugal untuk
memenuhi undangan Raja Yohanes III yang meminta imam-imam
Yesuit mewartakan Injil di wilayah jajahan Portugis di India.
Tahun 1542, ia mulai berkarya di India Selatan dan Sri Langka.
Karyanya di Goa, India diberkati dengan keberhasilan yang
gemilang. Ia mengabarkan ke Roma sudah membaptis 10.000 orang
dalam waktu satu bulan.
Setelah tiga tahun berkarya di India, pada tahun 1545 ia
mewartakan Injil di Malaka dan belajar Bahasa Melayu.
Pada tahun 1546, ia berlayar ke Indonesia bagian Timur dan
mewartakan Injil di Kepulauan Maluku. Fransiskus membaptis
1000 orang Ambon, sehingga ia harus mempersiapkan kedatangan
imam-imam baru.
Tahun 1549, ia kembali ke Malaka lalu ke Jepang. Di sini ia
belajar Bahasa Jepang dan mewartakan Injil dalam Bahasa Jepang.
Pada tahun 1552, ia kembali ke India kemudian melanjutkan
pewartaannya ke Cina. Setibanya di Sanchian, Cina, ia tiba-tiba
jatuh sakit dan meninggal dunia pada tanggal 3 Desember 1552
dalam usia 46 tahun.
Fransiskus Xaverius adalah seorang sahabat bagi semua orang.
Ia sangat energik dan penuh pengabdian. Sebagai seorang pendekar
misi, ia banyak mendirikan pusat katekumenat dan sekolah-sekolah,
dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang
ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya, ia dengan tekun mempelajari
Bahasa Daerah setempat. Fransiskus Xaverius adalah seorang
misionaris terbesar di Asia setelah Santo Paulus.
Pada tahun 1622, Fransiskus Xaverius dinyatakan sebagai Santo
oleh Paus Gregorius XV. Dan karena teladan hidupnya, Paus
Pius X (1910-1914) mengangkatnya sebagai Pelindung Utama Karya
Misi. ***
|