Santo
Hieronimus
St.
Gabriel | Mama
Margareta | St.
Matius | St.
Yosep
Pelindung Lingkungan
Santo Matius
Santo Matius, Rasul dan Pengarang Injil, pelindung pegawai
pajak dan bea cukai. Pesta : 21 September
Matius
yang disebut juga Levi, dikenal luas sebagai pemungut cukai
di kota Kapernaum, daerah Galilea. Dikalangan masyarakat Yahudi,
jabatan pemungut cukai dipandang sebagai jabatan kotor. Para
pemungut cukai dipandang sebagai pendosa, yang dapat disejajarkan
dengan pembunuh, perampok dll. Alasannya ialah mereka itu
adalah sahabat dan kaki tangan Romawi, bangsa kafir yang menjajah
mereka. Meskipun tuduhan itu tidak seluruhnya benar, namun
Matius jelas digolongkan dalam kelompok yang tak terhormat
ini.
Suatu hari Yesus menyusuri pantai danau Genisaret, ia melihat
Matius sedang duduk menghadap meja setoran pajak, Yesus memanggil
dia : “Ikutilah Aku !” Matius segera bangun dan
mengikuti Yesus. Ia meninggalkan seluruh hartanya yang banyak
itu dan dengan rela memulai suatu hidup yang baru bersama
Yesus dan murid-murid lainnya. Peristiwa panggilan Matius
sempat mencengangkan banyak orang: “Bagaimana mungkin
Yesus memanggil dan memilih seorang pendosa menjadi murid-Nya
?”.
Ketika Matius mengadakan perjamuan besar di rumahnya bagi
Yesus, kaum Farisi dan orang-orang yang tidak menyukai Yesus
semakin membencinya.
Pada saat itulah, Yesus mengatakan : “Bukan orang sehat
yang memerlukan dokter, melainkan orang sakit. Aku datang
bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa..”
Setelah Yesus naik ke surga, Matius mewartakan Injil dan berkarya
di tengah kaum sebangsanya : orang-orang Kristen keturunan
Yahudi di Palestina atau Siria selama kira-kira 15 tahun.
Selama itulah ia menulis Injilnya yang berisi pengajaran agama
dan kesaksian tentang Yesus kepada orang-orang Kristen keturunan
Yahudi. Injilnya ditulis kira-kira antara tahun 50 –
65.
Dalam Injilnya, Matius menegaskan bahwa Yesus dari Nazareth
itu adalah benar-benar Mesias yang dijanjikan Allah dan dinubuatkan
para nabi dalam masa Perjanjian Lama. Ia membuka Injilnya
dengan membeberkan silsilah Yesus Kristus mulai dari Abraham
sampai Maria yang melahirkan Yesus. Dengan silsilah itu, ia
mau menunjukkan dengan tegas kemanusiaan Yesus dan kedudukan-Nya
sebagai Penyelamat terakhir yang dijanjikan Allah. Itulah
sebabnya, Injil Matius dilambangkan dengan ‘manusia
bersayap’.
Setelah menuliskan Injilnya, Matius pergi ke arah timur :
ke Masedonia, Mesir, Etiopia dan Persia.
Konon ia mati sebagai martir di Persia karena mewartakan
Injil tentang Yesus Kristus. ***
|