Santo
Hieronimus
St.
Gabriel | Mama
Margareta | St.
Matius | St.
Yosep
Pelindung WIlayah
Santo Hieronimus
Santo
Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja yang besar. Lahir di
Stridon, Dalmatia tahun 347 dan meninggal di Betlehem tahun
420. Santo Hieronimus dihormati sebagai pelindung Penterjemah.
Pesta : 30 September
Ketika Eusebius Hieronimus Sophronus berusia 12 tahun, ia
dikirim ayahnya ke Roma untuk belajar ilmu hukum dan filsafat.
Studinya berjalan lancar, hanya cara hidupnya tidak tertib
karena pengaruh kehidupan moral orang Roma yang tidak terpuji
pada masa itu. Untunglah ia lekas sadar dan bertobat. Pada
usia 18 tahun ia minta dipermandikan oleh Paus Liberius. Rahmat
permandian yang diterimanya terus dihayatinya dengan banyak
berdoa dan berziarah ke makam para martir dan para Rasul.
Kehidupan rohaninya terus meningkat, demikian pula cintanya
kepada Tuhan dan sesama.
Pada tahun 370 [23 tahun], ia berangkat ke kota Aquileia
dan tinggal disana untuk mendapat bimbingan dari Valerianus,
seorang Uskup yang saleh. Dari sana ia pindah ke kota Antiokia,
menjalani hidup bertapa selama empat tahun di padang gurun
Chalcis, di luar kota Antiokia. untuk belajar dan meningkatkan
hidup rohaninya dengan doa dan puasa. Dibawah bimbingan seorang
nabi, ia belajar bahasa Yunani dan Ibrani. Berkat kemajuan
hidup rohaninya yang besar, ia dianggap layak untuk ditahbiskan
menjadi imam. Peristiwa itu terjadi di Antiokia pada tahun
379.
Setelah menjadi imam, Hieronimus pergi ke Konstantinopel
karena tertarik pada cara hidup Santo Gregorius dari Nazianza.
Ia memperoleh banyak pengalaman dari Gregorius bagi peningkatan
hidupnya. Hieronimus kemudian berangkat ke Roma dan disana
ia menjadi sekretaris pribadi Sri Paus Damasus (366-384).
Karena pengetahuannya yang luas dan mendalam tentang Kitab
Suci dan kecakapannya dalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani,
Hieronimus ditugaskan oleh Paus Damasus untuk membuat terjemahan
baru atas seluruh isi Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani
ke dalam bahasa Latin. Untuk menunaikan tugas suci itu, ia
pindah ke Betlehem, tempat kelahiran Yesus.
Di sana ia tinggal selama 30 tahun untuk bekerja, belajar
dan berdoa. Perjanjian Lama diterjemahkannya dari bahasa Ibrani
dan Aramik ke bahasa Latin, sedangkan Perjanjian Baru diterjemahkannya
dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Hasil terjemahannya yang
disebut 'Vulgata' [Populer], sampai kini masih dianggap sebagai
terjemahan yang resmi oleh Gereja.
Di Betlehem, Hieronimus mendirikan dua buah biara dan memimpinnya
selama berada di Betlehem. Satu dari dua biara itu diperuntukkan
bagi para biarawati. Dua biara itu kemudian dibakar oleh para
pengikut bidaah. Kendati tertimpa kesedihan besar, Hieronimus
terus giat menulis dan mengajar hingga wafatnya pada tahun
420. ***
|