Santo
Servasius
St.
Aloysius Gonzaga
| St.
Laurentius | St.
Leonardus | St.
Sebastianus
Pelindung Lingkungan
Santo Laurentius
Nama : Santo Laurensius, Martir
Pesta : 10 Agustus
Lambang : Sebuah pemanggangan
Laurensius
termasuk salah satu dari ketujuh diakon agung yang bekerja
membantu Sri Paus di Roma. Oleh Paus Sixtus II (257-258),
Laurensius ditugaskan mengurus harta kekayaan Gereja dan membagi-bagikan
derma kepada para fakir miskin di seluruh kota Roma. Ia juga
melayani Sri Paus dalam setiap upacara keagamaan.
Ketika Paus Sixtus II ditangkap oleh serdadu-serdadu Romawi,
Laurensius ber-tekad menemani dia sampai kematiannya. Kepada
Paus, ia berkata: “Aku akan menyertaimu ke mana saja
engkau pergi. Tidaklah pantas seorang imam agung Kristus pergi
tanpa didampingi diakonnya”. Sixtus terharu mendengar
kata-kata Laurensius itu. Lalu ia berkata: “ Janganlah
sedih dan menangis, anakku! Aku tidak sendirian. Kristus menyertai
aku. Dan engkau, tiga hari lagi, engkau akan mengikuti aku
ke dalam kemuliaan surgawi.”
Ramalan Sixtus itu ternyata benar terjadi. Prefek kota Roma,
yang tahu bahwa Gereja mempunyai sejumlah besar kekayaan,
mendapat laporan bahwa Laurensius lah yang mengurus kekayaan
itu. Karena itu, Laurensius segera dihadapkan kepada penguasa
Roma itu. Laurensius dibujuk agar secepatnya menyerahkan semua
kekayaan Gereja itu kepada penguasa Roma. Dengan tenang Laurensius
menjawab: “Baiklah! Dalam waktu tiga hari akan kuserahkan
semua kekayaan ini kepadamu!" Lalu Laurensius dibiarkan
kembali ke kediamannya.
Ia segera mengumpulkan orang-orang miskin dan membagi-bagikan
kekayaan Gereja kepada mereka. Di bawah pimpinannya, orang-orang
miskin itu berarak menuju kediaman Prefek Roma. Kepada penguasa
Roma itu, Laurensius berkata: “Tuanku, inilah harta
kekayaan Gereja yang saya jaga. Terimalah dan peliharalah
mereka dengan sebaik-baiknya!.”
Tindakan dan kata-kata Laurensius ini dianggap sebagai suatu
penghinaan terhadap penguasa Roma. Karena itu, ia ditangkap
dan dipanggang hidup-hidup diatas terali besi yang panas membara.
Laurensius tidak gentar sedikitpun menghadapi hukuman ini.
Setelah separuh badannya bagian bawah hangus terbakar, ia
meminta supaya badannya dibalik sehingga seluruhnya bisa hangus
terbakar. “Sebelah bawah sudah hangus, baliklah badanku
agar seluruhnya hangus!” katanya dengan sinis kepada
algojo yang menyiksanya. Laurensius akhirnya menghembuskan
nafasnya di atas pemanggangan itu sebagai seorang ksatria
Kristus.
Kisah kemartirannya kita ketahui dari tulisan-tulisan St.
Agustinus. Di sana dikatakan bahwa orang-orang yang berdoa
dengan perantaraan Laurensius, terkabulkan doanya. “Karunia-karunia
kecil diberikan kepada orang-orang yang berdoa dengan perantaraan
Laurensius supaya mereka terdorong untuk memohon karunia yang
lebih besar, yaitu cinta kasih kepada sesama dan kesetiaan
kepada Kristus.“ demikian kata Santo Agustinus dalam
salah satu tulisannya. ***
|