SANTO
YOAKIM
St.
Luisa | St.
Fransiska Romana | St.
Yohana
St. Alexander |
St.
Alfonsus
Pelindung Lingkungan
Santa Fransiska Romana
Santa Fransiska Romana, Dilahirkan di Roma tahun 1384 dan
wafat tahun 1440. Pesta : 9 Maret
Orangtua
Fransiska, Paulus dan Yakobella Busso, mendidiknya dengan
sangat baik dalam iman Kristiani dan perhatian kepada orang-orang
di sekitar. Dengan begitu, Fransiska tumbuh dewasa menjadi
orang yang beriman, peka terhadap orang-orang yang sakit dan
miskin, serta selalu menyempatkan diri mengunjungi orang-orang
yang kesusahan.
Cita-citanya ialah menjadi seorang biarawati. Tetapi karena
suatu pertimbangan khusus, orangtuanya menikahkan dia dengan
seorang pemuda bangsawan bernama Lorenzo de Ponziani. Hidup
perkawinan mereka yang berlangsung 40 tahun diwarnai saling
pengertian dan cinta kasih mendalam. Prinsip hidup yang dipegangnya
dalam menjalankan tugas sebagai seorang istri dan ibu rumah
tangga ialah ‘Seorang istri dan ibu haruslah meninggalkan
Allah di gereja dan mencari-Nya di dalam urusan rumah tangga
dan pengalaman hidup sehari-hari”.
Selama masa kelaparan dan wabah penyakit pes merajalela di
kota Roma tahun 1413, ia menyumbang kan harta kekayaannya
kepada orang-orang miskin.
Ia merombak sebagian rumahnya menjadi sebuah rumah sakit untuk
menampung orang-orang sakit yang terserang wabah pes. Untuk
meringankan bebannya, ia juga meminta bantuan tetangganya.
Tetapi permintaan nya selalu ditanggapi dengan cara yang menyakitkan
hati. Ketika terjadi perang di kota Roma, Lorenzo suaminya
ditangkap dan diasingkan, tanah dan hartanya dijarah, dan
anaknya yang sulung dibawa sebagai sandera. Peristiwa ini
sungguh merupakan suatu pengalaman pahit bagi Fransiska. Ia
menghadapi semuanya ini dengan tabah dan pasrah pada Tuhan,
sambil tetap tinggal dirumahnya yang sudah porak-poranda itu.
Waktu keadaan sudah pulih kembali dan Lorenzo serta anaknya
sudah kembali ke rumah, Fransiska bersama beberapa rekannya
mendirikan sebuah komunitas religius untuk meningkatkan karya-karya
amalnya. Komunitas religius ini berafiliasi pada Ordo Benediktin
dan dibaktikan pada hidup doa dan karya-karya amal.
Tentang kehidupan doa, Fransiska dikenal sebagai seorang
pendoa, ia biasanya berdoa hingga jauh malam dan mengalami
banyak penglihatan ajaib serta mendapat banyak rahmat istimewa.
Setelah Lorenzo meninggal dunia dan anak-anaknya meningkat
dewasa, Fransiska masuk biara yang telah didirikannya. Ia
diangkat menjadi pemimpin hingga hari kematiannya tanggal
9 Maret 1440.
Dengan memperhatikan seluruh cara hidupnya dan berbagai penglihatan
yang dialaminya, Gereja menyatakannya sebagai ‘kudus’
pada tahun 1608. ***
|