SANTO
YOAKIM
St.
Luisa | St.
Fransiska Romana | St.
Yohana
St. Alexander |
St.
Alfonsus
Pelindung Lingkungan
Santa Yohana
Santa Yohana Fransiska Fremio de Chantal, Janda. Pesta :
12 Desember
Yohana
Fransiska lahir di kota Dijon, Perancis tanggal 28 Januari
1527. Ibunya, meninggal dunia ketika Yohana masih berumur
2 tahun. Pada usia 20 tahun Yohana menikah dengan Kristophorus
de Rabutin yang disebut juga Pangeran de Chantal. Mereka dikarunia
7 orang anak; tiga orang anaknya itu meninggal dunia waktu
masih bayi.
Sebagaimana biasanya kehidupan ibu-ibu rumah tangga pada
Zaman Pertengahan, Yohana sebagai ibu rumah tangga, bekerja
di ladang dan memelihara ternak, sedang suaminya pergi berburu
atau berperang. Selain tugas rumah tangga, ia tidak lupa menjalankan
juga tugas kerohanian bersama anak-anaknya. Lebih dari itu
ia berjanji kepada Tuhan untuk memperhatikan nasib para pengemis
dan orang miskin yang datang meminta bantuannya. Sebagai pahalanya,
Tuhan mengaruniakan kedamaian di dalam rumah tangganya. Tetapi
suasana keluarga yang bahagia itu tiba tiba pupus tatkala
suaminya, tertembak mati oleh kawannya sendiri sewaktu berburu
di hutan. Hatinya memang sedih oleh peristiwa pahit itu, namun
peristiwa tragis itu merupakan awal penuh rahmat bagi kehidupan
Yohana.
Ketika Uskup Geneve, Fransiskus dari Dales, datang ke Dijon
untuk memberikan renungan puasa, Yohana pergi menemuinya untuk
memperoleh bimbingan. Pertemuan ini melahirkan dalam batinnya
suatu cita-cita luhur, yakni pengabdian diri seutuhnya kepada
Tuhan dan sesama. Inilah awal hidupnya yang baru sebagai seorang
janda kudus. Fransiskus dari Sales tertarik padanya dan bersedia
membimbing dia kearah kesempurnaan hidup di dalam Allah. Atas
bantuan rahmat Allah, Yohana dengan tekun mengikuti nasehat-nasehat
Fransiskus dan mengamalkannya dalam hidup sehari-hari.
Pada tahun 1640, lima tahun setelah pertemuannya dengan Fransiskus,
Yohana mendirikan biara pertama dari Ordo Suster-suster Visitasi
di kota Anecy. Tujuan ordo ini ialah memberi pertolongan kepada
orang-orang yang berada di dalam kesusahan seperti sakit,
usia lanjut dan anak-anak yatim-piatu.
Yohana sendiri bertindak sebagai pemimpin biara selama 30
tahun. Ordo ini segera tersebar dan diminati banyak orang.
Para uskup merasakan manfaat dan pengaruh ordo baru ini. Mereka
mengajukan permohonan kepada Yohana agar suster-suster dari
Ordo Visitasi ini berkarya juga di keuskupannya. Sejak saat
itu dibangunlah banyak biara Ordo Visitasi di setiap keuskupan.
Pada tahun 1622, sepeninggal Fransiskus dari Sales, telah
berdiri 13 buah biara Ordo Visitasi. Jumlah biara ini meningkat
menjadi 90 buah ketika Yohana meninggal dunia di kota Moulins
pada tanggal 13 Desember 1641.***
|