Tentang Paroki
  Perjalanan Sejarah
  Statistik Paroki
 
 

Tahun 2001

31-Jan-2001: Pemberkatan Gedung Paroki

Pemberkatan dan Peresmian Gedung Paroki oleh Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Prasasti ditandatangani oleh Bapak Kardinal, Pastor Salvatore dan Pastor Carbonell.

Dengan peresmian gedung ini, maka Misa Kudus dan semua kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di Wisma SDB, dipindahkan ke Gedung

Pastor Carbonell menandatangani prasasti sambil tersenyum bangga.

Feb-2001: Semangat yang Berkobar...!

Mulai saat ini semangat pelayanan berbagai lapisan umat amat luar biasa...!!! Umat yang merasa bersyukur karena ‘gereja sudah dekat’ dan lokasinya hanya ‘selangkah dari rumah’, menjadi sangat kompak dan menonjol dalam segala kegiatan, baik di PPGSS (Panitia Pembangunan Gereja Sunter Selatan) maupun di Stasi St. Yohanes Bosco. Hampir setiap umat ingin dapat berbuat sesuatu bagi stasi atau calon gerejanya. Umat yang merasa optimis bahwa Paroki akan segera diresmikan, aktif dalam segala kegiatan di Stasi dan Lingkungan. Umat juga amat mudah diajak kerjasama menggalang dana bagi pembangunan gereja. Semua kegiatan yang dibuat PPGSS selalu didukung oleh semua umat. Pastor Stasi sampai tercengang melihat semangat pelayanan umatnya ini...! 

Mar-2001: SPSE – Sembako Murah















SPSE pertama kali menyelenggarakan penjualan Sembako Murah dalam masa APP.


18-Mar-2001: Mingguan Sangkakala

Mingguan Sangkakala terbit pertama kali dengan dua halaman dan dicetak sebanyak 900 eksemplar. Mingguan Sangkakala diterbitkan dengan tujuan untuk menampung semua pengumuman dari Seksi atau Kelompok Kategorial agar pengumuman di penutup misa tidak terlampau panjang. Umatpun dapat menangkap pengumuman lebih jelas bila membaca.







08-Apr-2001: Donor Darah

Aksi Donor Darah pertamakali diadakan di Stasi St. Yohanes Bosco. Kegiatan ini sebagai lanjutan dari Aksi Donor Darah yang sudah dilaksanakan sebelumnya di Paroki St. Lukas. Aksi Donor Darah yang pertama ini diikuti oleh 54 pendonor. Selanjutnya Aksi Donor Darah dilaksanakan secara rutin di Paroki Don Bosco setahun 3 x, yakni pada masa Pra-Paskah, sekitar Hari Kemerdekaan dan pada Masa Advent. Sampai dengan tahun 2005, jumlah pendonor rata-rata 100 orang setiap kali kegiatan.

13-Apr-2001: Pakaian Hitam

Pada hari Jumat Agung, umat dihimbau untuk memakai pakaian warna hitam atau gelap untuk menghormati suasana duka. Memakai pakaian berwarna gelap ini kemudian menjadi tradisi setiap tahun dan ciri khas dari Paroki St. Yohanes Bosco.

 
 
 
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org