Tentang Paroki
  Perjalanan Sejarah
  Statistik Paroki
 
 

Tahun 2004

21-Feb-2004: Bojana Ekaristi















Menyambut Tahun Baru Jawa 1 Syuro 1937, di Gereja diselenggarakan Perayaan Ekaristi dalam Bahasa Jawa dengan pemimpin misa Romo Djoko, SDB.


21-Mar-2004: Aksi Panggilan

Ireng Maulana bersama Tony Suwandi dan Aloysius Didiek hadir di Gereja St. Yohanes Bosco bersama murid-murid Seminari Menengah Wacana Bhakti. Acara ini diselenggarakan oleh Seksi Panggilan Paroki St. Yohanes Bosco.

Tidak lama setelah acara ini, dua umat paroki kita masuk ke Seminari Wacana Bhakti, mereka adalah Steven Hendri Wijaya dari Wilayah St. Hieronimus, dan Andreas Christu Endhy dari Wilayah Regina Pacis.
Sebelumnya, pada tahun 2002, Petrus Laurentius Adie Prinanto, umat Wilayah St. Hieronimus, masuk sebagai postulan di Wisma Salesian Sunter. Kini ia sudah menjadi frater SDB dan studi di Wisma Salesian Tigaraksa.

Pada tahun 2005, menyusul Ignatius Satya Paramita, umat Wilayah St. Servasius menjadi Postulan di Wisma Salesian Tigaraksa. Kini ia menjadi Novis di Wisma Salesian Sumba.

30-May-2004: Sakramen Krisma















Penerimaan Sakramen Krisma yang pertama kali di Gereja St. Yohanes Bosco kepada 250 umat oleh Vikjen KAJ, Pastor Yohanes Soebagyo, Pr.


08-Aug-2004: Pijat Refleksi

Pelayanan Terapi Pijat Refleksi untuk umat dan warga sekitar gereja, mulai dilaksanakan setiap hari Minggu pagi oleh lulusan kursus pijat refleksi angkatan ke-1. Biaya yang dikenakan adalah Rp 5000 saja. Menurut keterangan dari SPSE, jumlah pasien rata-rata 30 orang dan lebih dari 50% adalah non Katolik (warga sekitar).

Pelayanan Pijat Refleksi di Lobby Gedung Paroki

15-Aug-2004: Modjok

Uskup Agung Jakarta mengangkat Pastor Benediktus Djokopranoto, SDB sebagai Pastor Pembantu Paroki St Yohanes Bosco, menggantikan Pastor Lino yang ditugaskan sebagai Pastor Pembina di Wisma Salesian –Sunter.




Pastor Noel dan Romo Djoko






04-Sep-2004: DOMINIC SAVIO CENTRE















Salah satu kendala yang dihadapi oleh kaum muda Paroki St. Yohanes Bosco adalah, gereja belum mempunyai sarana yang memadai untuk orang muda berkarya. Untuk mewujudkan misi paroki sebagai Gereja Kaum Muda, maka dibangun Gedung Kepemudaan “Dominic Savio Centre” untuk bermacam kegiatan kaum muda dan Bina Iman. Nama “Dominic Savio Centre” dipilih oleh Pastor Noel dalam sebuah rapat Depa Harian.

04-Sep-2004: CLUB 1000

Pelantikan Panitia Pembangunan Gedung Dominic Savio Centre oleh Pastor Paroki pada misa Sabtu sore. Untuk menggalang dana, Panitia telah membuat metode CLUB 1000, yaitu komitmen menyumbang dari 1000 umat (500 anggota senior & 500 anggota junior) selama sepuluh bulan. Panitia juga memperkenalkan ‘Merchant Club 1000’ yang dimuat dalam Info ‘Club 1000’ Pembangunan Dominic Savio Centre.

 
 
 
   

Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 / 13-21
Sunter Jaya Jakarta 14350
t. 021.6530.0109 f. 021..6530.0112
info@st-yohanesbosco.org
webmaster@st-yohanesbosco.org