Suatu pengalaman batin yang menyentak saat kami menyusuri sepenggal jalan Hasyim Asyari dengan membawa keranjang tenteng yang berisi nasi bungkus dan teh manis, menghampiri para tunawisma yang hidup di jalanan, tiada sepetak tempat peneduhan dari panas, hujan, dingin dan saat sakit bagi mereka, hanya di emperan toko-toko menjadi rumah, dengan beralasan tikar rombeng dan di dalam gerobak itulah alas tidur sehari -hari, ada yang telah puluhan tahun hidup tanpa rumah, tanpa saudara, tanpa teman....