Pastor Yosep Suban Ola, SDB

Terakhir diperbaharui: 20 June 2020

Pastor Rekan Paroki Danau Sunter, Jakara Utara adalah Pastor Yosep Suban Ola, SDB. Bersama dengan Pastor Andre Delimarta, SDB—selaku Pastor Kepala Paroki, beliau telah resmi bertugas di Paroki kita sejak September 2018 lalu.

Pastor Yosep, demikian biasa dipanggil umat Paroki, dilahirkan di Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 3 Oktober 1970. Mengenai panggilannya, Pastor Yosep mengisahkan, “Pertama, saya bersyukur karena mendapat pembinaan dan bimbingan iman dari keluarga, khususnya orang tua. Kedua, pengalaman harian dan kegiatan-kegiatan iman, khususnya putra altar membuat saya semakin mantap melihat dan menjawab panggilan saya.”

Selanjutnya, “Saat tamat dari seminari menengah, saya merantau ke Timor Leste. Waktu itu—saat Timor Leste masih bersama Indonesia—ada kelompok yang misa berbahasa Indonesia dan saya sering mengikuti kegiatan ini. Dalam kegiatan ini, khususnya dalam perayaan misa, ada seorang pastor yang penampilan, pelayanan, dan kedekatannya dengan anak-anak muda membuat saya tertarik, yaitu Pastor Noel, SDB. Maka saya mulai ‘melamar’ masuk SDB dan ternyata diterima.”

Menurut Pastor Yosep, “Pengalaman-pengalaman perjalanan panggilan, yang awalnya dari hal-hal sederhana ini mengantar saya untuk terus memurnikan panggilan saya… bahwa saya ingin mempersembahkan hidup untuk melayani Tuhan sesuai dengan semangat Konggregasi SDB yg diwariskan oleh Don Bosco sendiri. Damihi Animas Caetera Tolle (berikanlah aku jiwa-jiwa dan ambillah yang lainnya).”

Pastor Yosep mengikrarkan kaul pertama sebagai Salesian pada tanggal 13 Juni 1994 di Fatumaca, Timor Leste. Kemudian, belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta pada tahun 1994-1997. Ia kembali ke Timor Leste untuk menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) sebagai asisten para novis, mulai 1997 hingga 1999. Lalu di tahun 1999-2000, menjalani masa TOP di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Fuiloro, Timor Leste.

Kemudian, Pastor Yosep belajar Teologi di Cremisan, Israel selama 2000-2004; dan ditahbisakan menjadi Imam di kota kelahiran Yesus, Betlehem, Palestina pada 10 Juni 2004. Lokasi pentahbisan itu menjadi pengingat khusus bahwa sebagai seorang gembala, pelayan umat, dan khususnya Salesian, harus meneladani Yesus Kristus, yang datang ke dunia ini dalam kesederhanaan.

Mulai dari Juli 2004 hingga Januari 2006, Pastor Yosep bertugas di Sumba, NTT. Kemudian pergi ke Jakarta untuk bertugas di Wisma Salesian Don Bosco sebagai katekis. Selanjutnya, belajar Teologi Spiritual pada 2007-2009, dengan spesialisasi studi Salesian.

Perjalanannya terus berlanjut. Pada periode 2009-2014, bertugas sebagai Magister Novis di Sumba. Kemudian, pada periode 2014-2018, bertugas di Wisma Salesian Don Bosco. Dan setelah itu, sejak September 2018, resmi bertugas di Paroki Danau Sunter – Gereja St. Yohanes Bosco.

Kepada Bosconian, Pastor Yosep mengungkapkan, “Selama menjadi imam—sejak ditahbiskan sampai sekarang—baru pertama kali ini saya bertugas di paroki. Bagi saya, tempat di mana saya ditugaskan itu adalah sebuah misi.” Di tengah padatnya tugas pelayanan umat Paroki, beliau bersama Pastor Andre, SDB dan Pastor Chito, SDB berusaha membagi waktu sebaik mungkin, semaksimal mungkin.

Selama tiga bulan lebih menjadi gembala umat Paroki Danau Sunter, Pastor Yosep punya kesan khusus. “Paroki ini begitu hidup dengan berbagai macam kegiatannya. Buktinya, masih akan dibangun lagi satu gedung untuk kegiatan-kegiatan parokial, karena sekarang ruangan-ruangan belum memadai. Saya juga melihat pelayanan umat di antara mereka sendiri begitu luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa umat benar-benar merasa bahwa Paroki Danau Sunter - Gereja Santo Yohanes Bosco adalah milik mereka. Semua program berjalan teratur dan tertata rapi.”

Atas hal itu semua, Pastor Yosep berharap agar semua rencana yang sudah terprogram mulai dari semua lingkungan dan wilayah serta tingkat paroki dapat dijalankan bersama-sama untuk mencapai cita-cita/tujuan kita bersama: demi kemajuan Gereja dan Paroki kita, terlebih membantu dalam pertumbuhan iman yang lebih matang dan menjadikan kita orang-orang yang siap untuk saling melayani satu sama lain dalam kasih.

Secara khusus, Pastor Yosep berharap sebagai paroki yang dikelolah oleh Konggregasi Salesian dengan misi utama adalah kaum muda, semoga paroki kita pun tetap memiliki semangat anak muda. Artinya selalu ingin maju, optimis, dan penuh semangat. Berjalan bersama ke depan membangun Paroki dan Gereka kita, Santo Yohanes Bosco!